Kehidupan Sean Letta (2)

300 Words
Ira berhasil menemukan dimana Sean selama ini, dia langsung datang dan marah-marah pada Sean. “Kenapa kamu tega sekali padaku, menghilang tanpa kabar selama tiga tahun?” Sean memilih diam dan tak menjawab. Apa Sean tak tahu betapa dia sangat merindukan Sean? “Apakah itu dia?” Tanya tetangganya kembali. ”Entahlah.” Jawab Sean santai. Kemudian tetangganya pergi dari rumah Sean. “Lama tak bertemu, apa kabar.” Tanya Sean ke Ira sambil tersenyum. Namun Ira maju sambil berkata marah. “Kamu berengsek! Berengsek! Kenapa kamu tersenyum? Kenapa kamu menghilang selama tiga tahun tanpa jejak? Kamu tau betapa aku merindukanmu?” jawab Ira sambil memukul-mukul Sean yang masih tetap tersenyum ke Ira. Malam harinya, Ira duduk bersama Sean di belakang rumah Sean. “Ira, kamu bodoh. Aku tak percaya tak bisa menemukanmu, padahal kamu sangat dekat.” Ira berkata sambil memandang Sean. “Aku datang ke Lombok belum lama ini.” Jawab Sean sambil memandang jauh. Ira mengajak Sean untuk kembali ke Bali namun Sean menolak dan senang tinggal disini karena tak memiliki beban pikiran. Namun Ira masih berusaha terus membujuk Sean untuk tetap berkarir di Bali. Dia berkata bahwa Sean adalah orang yang hebat, jadi untuk apa Sean ada disini. Sementara jika di Bali, Sean bisa menghasilkan ratusan juta. Sean menjawab tegas “Aku punya alasan kenapa aku tak mau kembali. Musik..dan cintaa..” Mendnegar jawaban itu, Ira bangkit dan langsung mengecup bibir Sean. Sean diam saja dan tak membalas sama sekali kecupan itu. “Aku bisa menciummu. Dua hal itu akan terjadi juga.” Ira berkata kembali. “Kebiasaan burukmu belum berubah. Bagaimana bisa Ira mencium seseorang dengan mudahnya seperti tadi?” Kata Sean sambil terus melihat Ira. Ira menjawab kalau dia hanya bisa mencium Sean, bukan yang lain. Namun Sean malah menyuruhnya untuk masuk dan tidur.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD