Kehidupan Sean Letta (1)

409 Words
3 tahun kemudian Letta, terlihat sedang membuang sampah dan melihat seekor kucing. Dia berkata pada kucing itu, “apa kucing tersebut sedang menunggunya?” Letta kemudian memberi kucing itu makanan. Dia berkata “kalau pasti kucing ini pun sedang kesusahan cari makan. Bukan hanya kamu saja, semua orang juga begitu. Hal yang paling sulit adalah mncari nafkah. Bersemangatlah. Jangan patah arang karena kamu perlu makan. Datanglah kapanpun kamu lapar, mengerti? manis” Tiba-tiba dua orang preman yang mungkin adalah penagih hutang berhasil menemukan Letta dan berniat menagih hutang pada Letta. “Kamu selalu sangat baik.” kata salah satu preman. “Apakah begitu? Bagaimana kamu menemukanku?” kata Letta heran. “Ini zaman maju. Semua bisa kami lakukan. Mencarimu adalah hal yang paling mudah.” Preman itu menjawab sambil meremehkan Letta. “Benar, kamu pasti punya ponsel yang sangat bagus.” Jawab Letta sambil mencoba kabur. Letta berhasil kabur sambil membawa alat musiknya. Kedua pria gemuk yang mengejar Letta gagal karena berat badan mereka yang berlebih, membuat mereka terjatuh dan tak kuat berlari. Seorang yang tampaknya adalah ketua preman, berkata pada anak buahnya kalau mereka harus menurunkan berat badan. Ira seorang direktur dari sebuah agensi bernama AnA mendapa telepon yang mengabarkan bahwa Sean ada di Lombok. Tentu saja Ira terkejut mendengarnya, dia bertanya apa si penelpon yakin itu Sean? Sementara, di sebuah tempat yang tampak asri, Sean sedang bersama seorang wanita yang tertarik melihat tanamannya. “Ini sangat organik. Kamu mau mencobanya? Kamu harus menunggu sampai jatuh untuk rasa yang enak. Setelah ini berbunga.” Dia menjelaskan kalau jika mau merasakan enaknya tanaman ini tunggu sampai matang. “kamu bilang harus menunggu? “ jawab wanita itu saat melihat Sean mencabut beberapa akar dan dimasukan ke dalam keranjang. “Menjadi tak sabaran, itu juga tak terlalu buruk.” Jawabnya singkat. Setelah selesai melihat tanamannya, Sean memasak untuk wanita itu. Dia terlihat seperti seorang koki handal, dan membuat si wanita yang sepertinya tetangga Sean terkagum-kagum. Bahkan saat merasakan hasil masakan Sean, dia merasakan bahwa masakan itu sangat lezat. Wanita itupun mengundang Sean datang ke rumahnya untuk sekedar minum anggur. Sean tersenyum dan menolak ajakan itu, dia berkata kalau dia sudah punya kekasih. Jadi mana bisa dia sembarang datang ke rumah wanita lain. “Pembohong. Aku tak melihat gadis itu disini beberapa bulan ini.” Wanita tersebut tak percaya dengan ucapan Sean. “Lalu kenapa kau mengawasiku diam-diam selama berbulan-bulan?” tanya Sean santai. Wanita itupun seketika menjadi salah tingkah dan malu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD