“Sayang … lepasin aku. Udah yuk! pindah aja, jangan siksa aku kek gini …” lirih Frans dengan nafas yang tertahan. Dan tentunya benar-benar sangat menyiksa. “Nggak! aku pen nyium tubuh kamu,” rengek Andin. Frans menggeleng, Andin benar-benar aneh. Nggak tau aja, apa? kalau sesuatu terus berontak di bawah sana. Dan tau, apa yang Andin lakukan sekarang? dia menggerayangi d**a bidang suaminya, kadang meraba perut kotak suaminya, benar-benar membuat Frans tidak berkutik. “Su—sudah, Sayang …” Frans kembali meminta Andin untuk menghentikan aksinya. Andin mendengus kesal, mendongakkan wajahnya, menatap sebal suami tampannya. “Huh! dasar pelit! Istri pen nyium baunya aja nggak boleh, ya udah. Minggir sana!” Nah ‘kan? aneh, nggak bener dikit aja langsung ngambek. Frans benar-benar di buat pusin

