“Tante, Cucu siapa?” Namanya juga Lusi, kalau belum mendapat jawaban, belum pantang nyerah. “Ya ampun, Lusi! Kamu di Malaka juga?” tanya Dewi penasaran. Lusi nyengir, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bagaimana tantenya nggak kaget, orang dia datang-datang langsung tanya cucu. “Iya, Tan. Lusi udah dari kemarin di sini,” ujar Lusi. Berjalan mendekati Om dan Tantenya, menyalami keduanya satu persatu. Edo dan Mac masih diam, Dewi dan Andin mempersilahkan mereka masuk. Andin tau, Jika Edo merasa canggung berhadapan kembali dengan keluarganya,yang dulu hampir saja memjadi keluarganya juga. “Ayo masuk dulu ke dalam, entar Tante kasih tau berita baik ini,” ujar Dewi. Menarik lengan lengan Lusi dan mengajaknya masuk ke dalam. Semua orang masuk ke dalam rumah, Frans terus saja memegangi ta

