Kini tubuh Hera yang ramping tengah sejajar dengan pintu yang dibalut cat putih. Perlahan tangannya terangkat memutar kenop, lantas mengayunkan pintu itu dengan gerakan hati-hati. Selanjutnya Hera menghela napas lega. Saat matanya melihat pemandangan yang sangat menenangkan. Gama tengah tertidur di sofa panjang yang tak jauh dari meja kerjanya. Lelaki itu terbaring miring sambil melipat kedua tangannya di perut. “Kucari kemana-mana rupanya kau di sini,” gumam Hera menggelengkan kepala. Lalu menutup pintu rapat-rapat. Kaki jenjangnya melangkah menuju sofa. Setelah itu, Hera meluruhkan tubuhnya agar ia bisa bersimpuh di lantai. Sedangkan kepalanya sejajar dengan kepala Gama yang miring padanya. Dengkuran halus terdengar menggelitik di telinga Hera. Gadis itu terkekeh sendiri. “Hei, su

