Bab 28. Ingin Dimanja

1110 Words

Gama mengusap lembut punggung Hera. Ia tersenyum, istrinya itu masih terlelap tidur di pelukannya. Dan Gama sama sekali tidak ingin mengganggu tidur istri cantiknya itu. Namun perlahan kelopak mata Hera justru bergetar. Gama masih menatap pada kedua kelopak mata itu hingga terbuka. Dan ia tersenyum saat tahu kalau hal pertama kali yang dilihat oleh Hera adalah dirinya. “Selamat pagi istriku.” Gama mendaratkan bibirnya singkat di kening Hera, kemudian memeluknya sangat erat. Membuat Hera tersenyum. “Pagi..” balasnya pelan dengan suara serak, persis orang yang baru saja bangun tidur. Hera menyandarkan kepalanya di d**a Gama yang bidang dan selalu menjadi tempat ternyaman untuknya. Mereka terdiam sejenak, menikmati keheningan yang membuat nyaman dan hangat itu. “Jam berapa sekarang?”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD