Matahari mulai memasuki celah jendela yang tidak tertutupi tirai menerobos masuk membuat tidur sepasang suami istri itu terganggu. Akbar yang paling tidak bisa tidur jika ada cahaya langsung terbangun karena cahaya matahari. Tubuhnya langsung berbaring menghadap ke samping memastikan jika semalam ia tidak bermimpi dan benar perempuan yang ia rindukan masih tertidur begitu pulas di sampingnya. Akbar mengetahui jika ia tidak sedang bermimpi namun tetap saja ia tidak ingin beranjak pergi. Lebih memilih untuk berlama-lama memandangi perempuan yang belum juga terjaga itu. Sesekali Akbar membenarkan anak rambut yang menghalangi pandangannya memandang wajah Fariza. Fariza mulai terusik dengan nafas hangat yang terasa dekat degannya. Perlahan ia membuka mata dan pandangannya bertemu dengan mat

