*** Keesokan harinya. Shanly berdiri tepat didepan pintu utama kediaman keluarga Lawrence dengan sebuah koper di depannya. Wilson berdiri tepat disebelahnya dengan tangan kiri memeluk pinggang Shanly. Seorang kepala asisten rumah tangga dikeluarga itu menyambut kedatangan mereka. Wanita paruh baya itu mengaku bernama Bibi Ho, dan memperkenalkan tiga orang bawahan andalannya pada Shanly. Salah seorang asisten rumah tangga itu membawakan koper Shanly ke kamarnya, seorang lagi pamit ke ruang makan untuk mempersiapkan makan malam, dan sementara seorang gadis berusia sekitar 18 tahunan bernama Sena ditugaskan Bibi Ho mengurus segala keperluan pribadi Shanly. “Semua ini berlebihan sekali,” batin Shanly. Dirumahnya dulu, semuanya sama seperti ini, serba formal, dan ayahnya bahkan memberi

