*** Sebelah tangan mungil Ellena menjuntai dari tempat tidur Shanly saat ranjang itu sedikit bergerak dan mengejutkannya dari tidur panjangnya. Perlahan tapi pasti, mata sayu Ellena membuka. Ternyata yang membuat ranjang bergerak itu hanya Shanly yang sedang memasukkan pakaiannya ke koper. Ellena kembali memejamkan matanya dan mempererat pelukannya pada gulingnya. Beberapa detik berlalu, dan pada detik ke sepuluh barulah Ellena menyadari apa yang janggal. “Tunggu! Apa yang aku lihat tadi? Shanly memasukkan pakaiannya ke koper? Memangnya aku sedang ada dimana?” batin Ellena. Mata Ellena kontan terbuka lebar. Hal pertama yang dilihatnya adalah langit-langit kamar berwarna putih tulang. Fix, dia masih berada di Singapura bukan di rumahnya yang ada di Jakarta. Ellena langsung menegakkan t

