Siasat Licik

1638 Words

"Hapeku, Mak, Hapeku. Hiks! Hiks!" Ririn terus meraung kehilangan hapenya, padahal itu cuma benda kenapa ia sedih selebay itu? benar ternyata zaman sekarang anak muda lebih panik kehilangan ponsel dari pada kehilangan iman. "Emang gimana cerita sih? kok kamu bisa ditipu? matamu buta apa gimana?" tanya emak, bukan iba wanita paruh baya itu malah terlihat jengkel. Akan tetapi, Ririn bukan menjawab ia malah menangis semakin kencang, aku jadi curiga apakah tubuhnya juga sudah sudah diapa-apain sama lelaki itu? "Gini aja, kita laporkan masalah ini ke polisi." Mas Lutfi bersuara. "Tunggu dulu, Emak mau tahu ceritanya kaya gimana? kalau mau lapor polisi Ririn juga harus tenang, makanya udah jangan nangis terus," ucap emak. "Jadi gini, tadi aku janjian makan di cafe, lelaki itu ganteng, keka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD