Tale 138

1408 Words

Selama berhari-hari, Cameron berusaha mengerahkan seluruh tenaganya, segala hal yang ia bisa, untuk membuat lubang di dinding. Suara yang berisik, debu, tetes keringat, semua menjadi warna-warni dalam usahanya ingin kabur dari tempat ini. Ia menggunakan linggis, palu, dan semua barang lain yang sekiranya berguna untuk membantunya menjebol dinding. Kalau menurut dari perhitungan Cameron, lubang yang ia buat akan tembus pada halaman sebelah kanan. Ia bisa langsung pergi dari rumah ini melalui halaman tembus ke gerbang depan. Tanpa harus bertemu dengan Garlanda di dalam rumah ini. Sumpah, Cameron tidak mau lagi melihat muka orang itu. Lebih baik ia bertemu dengan penampakan Genderuwo, dari pada bertemu dengan Garlanda lagi. Pemuda itu tetap pada pendiriannya. Sekali pun ia tak pernah menen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD