Tale 137

1404 Words

Berjam-jam lamanya Cameron menangisi betapa bodoh dirinya. Kini hanya sesal yang tersisa. Tangisan yang lama itu semakin menguras tenaganya. Ia semakin lapar. Namun tak tahu apa yang harus ia lakukan. Ingin minta tolong pada Garlanda? Mana mungkin Garlanda akan datang? Mana mungkin Garlanda mau menolongnya, datang sekadar untuk memberinya makanan? Ah ... Cameron tahu. Garlanda hanya sedang berusaha untuk melenyapkannya secara perlahan. Ia ingin Menyiksa Cameron. Tidak rela membiarkan Cameron mati dengan mudah. Makanya ia siksa dulu. Cameron benar-benar tak ada harapan. Tapi ia sadar, jika berdiam diri saja seperti itu, ia benar-benar akan segera mati. Sementara ia tidak mau terus berada di sini seperti ini. Apa lagi jika sampai mati di dalam tempat yang tersembunyi dan tidak jelas apa in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD