Tale 136

1052 Words

Garlanda memegang kedua tangan Cameron lagi. Cameron sempat melawan, menghempaskan tangan Garlanda. Tapi seketika Garlanda menamparnya dengan begitu keras, hingga Cameron merasa pusing dan pandangannya kabur. Garlanda kembali memegang tangannya, lanjut menyeretnya lagi seperti dulu. Cameron terdiam dan pasrah. Rasa pusing teramat sangat itu telah menguasainya. Dalam hati, ia mengatakan, bahwa memang benar dugaannya. Garlanda tadi membawanya ke dalam rumah bukan dengan digendong atau pun dibopong. Melainkan dengan cara diseret seperti ini. Tadi ia tidak sadarkan diri, sehingga tidak bisa merasakan sakitnya ketika ada anggota tubuhnya yang terbentur apa pun yang ia lewati. Hanya merasakan efek setelahnya saja. Kali ini berbeda, karena ia berada dalam kondisi sadar. Sakit sekali setiap kali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD