Tale 157

2008 Words

Niall rasanya sudah tak sabar menunggu haji Toni dan Bude Halimah berangkat. Saat ini Niall sedang sok santai sambil pura-pura asyik main ponsel, sembari rebahan di sofa panjang. Ia melakukan itu supaya tidak mengundang curiga. Padahal sebenarnya Niall sedang tak santai sama sekali. Ia sudah tidak sabar ingin berlari ke rumah Garlanda sekarang juga. Duh ... kenapa Bude Halimah lama sekali dandanannya. Itu Haji Toni sudah siap juga. Menunggu di depan televisi, menonton berita. Terdengar suara langkah kaki yang menuruni tangga. Niall langsung menengok ke sana. Syukur lah ... sesuai harapan. Itu adalah Bude Halimah yang sudah berdandan cantik nan wangi. Siap untuk berangkat. "Akhirnya, bidadari aku selesai juga dandanannya!" seru Haji Toni yang sungguh mewakili isi hati Niall. Bude Halima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD