Tale 156

1418 Words

Mereka melakukan pengulangan rekaman beberapa kali. Hingga Garlanda merasa sudah cukup. Niall merasakan sebuah kepuasan yang selama ini ia kejar. Sebuah keinginan yang akhirnya sudah terwujud. Merasakan sebuah hal yang bernama rekaman, di studio rekaman yang sesungguhnya, bukan pada ponselnya sendiri, yang ia lakukan dengan menggunakan handsfree. Niall melepaskan headphone dan menggantungkan itu kembali pada bagian leher mikrofon. Ia menarik napas dalam, kemudian keluar dari ruangan rekaman dengan dinding kaca itu. Garlanda sudah menyambutnya dengan senyuman, dan juga acungan dua jempol. "Gila ... keren banget! Dari semua rekaman yang ada, nggak ada yang jelek. Cuman emang mau aku ambil bagian yang imorovisasinya paling keren aja. Gila, ya. Kamu beneran berbakat, Niall. Mana mungkin b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD