2. Kurasa dia gila

556 Words
Sepulang kerja,Dwi masuk ke dalam kos nya. Dia menaruh tas dan menjatuhkan diri ke atas kasur. Kembali teringat presentasi kemudian dia mengupat bos yang ia benci. Sebenarnya Bosnya itu tampan. Usianya juga tak terlalu jauh dengan Dwi. Tapi Dwi sudah terlanjur kesal dengan bosnya itu. Karena dia selalu menyuruh Dwi lembur dan berkerja keras. "Apa dia meledekku. Jangan-jangan dia mendengar saat aku menggerutu diruangan tadi. Apa aku berbicara cukup keras? Kurasa tidak. Ah sudahlah aku lelah... Ternyata sudah jam 11." Handphone Dwi berbunyi. Terlihat dilayar handphone nomer yang tak dikenali. 0859#### "Nomer siapa ini? " "Iya hallo... siapa? Haaaahhh bos??? Ada apa ya pak malam-malam telepon?! " Dwi bertanya kebingungan. "Ternyata kamu gak save nomer ku.? " Tanya pak Bimo. "Itu karena saya lebih sering kirim kerjaan Via email pak. Ada apa ya pak? " Dwi beralasan. "Saya cuma mau tau jawaban kamu mengenai yang aku tanyakan saat rapat. " kata Pak Bimo. "Soal apa ya pak?! " Dwi masih bingung. "Soal ajakan untuk nikah sama saya. " Kata pak Bimo. "Maaf Pak. Aku pikir bapak bercanda. Lagian mana mungkin bapak nikah sama karyawan kaya saya? " Kata Dwi masih bingung dan heran campur aduk. "Saya serius kok. Dan tak pernah masalah dengan status kamu di kantor." Kata Pak Bimo tegas. "Maaf Pak Bukannya aku menolak. Tapi sepertinya gak ada kecocokan diantara kita Pak." Dwi bingung harus berkata apa. "Tidak apa kalau tidak cocok. Nanti kita sesuaikan saja. Kamu gak usah terlalu buru-buru mengambil keputusan. Saya juga tau, kamu pasti harus ngomong dulu ke orang tua kamu kan? " Kata Pak Bimo. "Nah itu Pak." Kata Dwi semangat berharap pembicaraan nya ditelepon segera berakhir. "Yaudah kamu istirahat dulu. Kamu pasti cape tadi habis lembur. " "Iya Pak, saya cape dan butuh istirahat. Met malam ya Pak. " Dwi langsung menutup telepon nya. "Aneh-aneh aja sih? Kemasukan setan apa! ? Kok tiba-tiba orang kek gitu. Emang sih... selama ini dia udah aneh. Nyuruh-nyuruh gak jelas. Tapi ini... udah paling Absurd. Ah sudah...enyah enyah saatnya tidurr" Keesokan harinya Dwi masuk ke kantor dan banyak orang yang melihat nya sambil tersenyum-senyum. Dwi ingat pasti ini karena bosnya yang mengajaknya nikah saat rapat. Dwi menjadi topik hangat di kantor. Ia pun merasa malu dan berjalan cepat menuju kamar mandi. "Ya ampuuun. Kok jadi kacau gini sih... Semua gara-gara bos sialan itu. " "em.emmm..." kemudian seseorang keluar dari kamar mandi ternyata atasan Bu Mega atasan Dwi. "Astaga... maaf Bu. " Dwi salah tingkah karena ucapannya itu. Saat ia duduk ditempat kerjaanya. Silvy memberi tahu kalau hari ini Bos ijin tidak masuk. "Yang bener??? Syukurlah... " Kata Dwi lega karena merasa minimal hari ini tak berurusan dengan Bos nya itu. Dwi semangat bekerja, sesekali temen kantor yang usil menanyai Dwi tentang kejadian kemarin.. Dan Dwi berkata kalau Bos nya itu sepertinya hanya bercanda. Kemudian Handphone Dwi berbunyi. "Iya Bu... Tumben telepon,. Ada apa Bu? " Ternyata ibu Dwi menelpon. Dwi menghentikan pekerjaannya. "Ini nak,ada teman kamu main kerumahnya. " Kata Ibu Dwi. "Teman siapa buk. " Dwi merasa bingung. "Katanya namanya Bimo. " Kata ibu Dwi berbicara pelan sambil menengok Bimo yang sedang mengobrol dengan ayah Dwi. "Appaaaaa???? " Dwi terkaget dan bangkit dari kursi Teman yang ada di ruangan kantor ikut kaget dan menatap Dwi. "Maaf maaf..." Dwi menatap satu persatu temannya sembari keluar ruangan menuju tangga darurat yang dirasa sepi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD