Insiden Di Pasar
Ketika Syera dan Gretta sang ibu mertua tengah pergi berbelanja di pasar modern.dengan setianya mengikuti ibu mertuanya mengelilingi setiap lorong pasar.
Dari tukang daging hingga tukang sayur,Gretta selalu mampir dan mengambil setiap yang ingin ia belanjakan tanpa membayar alias gratis.
Saat ia menghampiri sang tukang daging,sang tukang daging pun langsung menyapanya dengan sangat ramah.
"Pagi nyonya Gretta..Apa kabar?" sapa sang tukang daging pada Gretta.
"Yah,apakah dagangan mu lancar?" jawab Gretta sembari bertanya balik.
"Puji Tuhan lancar nyonya." jawab sang tukang daging sambil tersenyum.
"Bagus,berikan aku daging itu 2kg dan juga tulang iga itu." sahut Gretta menyuruh si tukang daging tersebut untuk memberikannya daging.
"Baik nyonya." jawab sang tukang daging dengan mengangguk dan bergerak cepat membungkus kan daging tersebut.
"Daging mu terlihat segar,sepertinya aku berniat ingin makam sup hari ini." ujar Gretta memuji dagangan sang tukang daging.
"Iya nyonya,tentu saja." jawab sang tukang daging kembali tersenyum.
Sang tukang daging pun langsung menuruti permintaan Gretta dan memberikannya tanpa bayar sepeser pun.
Syera yang melihat hanya bisa menatap bingung.Pasalnya tidak hanya dari tukang daging yang memberikan ibu mertuanya dagangannya secara gratis.Ditempat lain yang juga menjual barang dagangannya juga memberikan sang ibu mertua secara gratis
Setelah dari tukang daging,Gretta pun melanjutkan langkahnya menuju tukang ikan.Syera pun langsung mengikutinya dari belakang sembari membawakan seluruh belanjaan ibu mertuanya.
Tiba disebuah tukang ikan,Gretta kembali meminta beberapa macam ikan yang dia inginkan pada sang tukang ikan.
"Berikan aku ikan dan udang itu 3kg." sahut Gretta menyuruh sang tukang ikan untuk membungkus kan ikan tersebut setelah ia menunjuknya.
"Baik nyonya " jawab sang tukang ikan yang juga dengan cepat membungkus kan ikan tersebut sesuai permintaannya.
Dan hal itu kembali membuat Syera menatap bingung dan heran.Ia masih tidak mengerti kenapa setiap pedagang begitu mudah memberikan apa yang diminta ibu mertuanya tanpa membayar.
Setelah membungkus kan ikan tersebut,sang tukang ikan langsung memberikannya pada Syera.Sebab Gretta tidak mau mengotori tangannya dengan memegang bungkusan ikan tersebut.
Gretta pun meninggalkan pedagang ikan tersebut.Tapi tidak dengan Syera,yang justru sesaat mengeluarkan beberapa uang dari dalam dompet miliknya.Tanpa ragu Syera langsung memberikan uang tersebut pada pedagang ikan tersebut.
"Nyonya berapa total semua ikan ini?" tanya Syera lebih dulu sebelum memberikannya.
"Tidak usah nona." jawab nyonya itu menolak memberitahu harga ikan tersebut dan menerimanya.
"Jangan nyonya,ambilah uang ini untuk membayar ikannya." ujar Syera menyerahkan uang tersebut.
"Jangan nona." jawab sang tukang ikan yang langsung menolak dengan berparas wanita setengah paruh baya.
"Kenapa??Kau akan rugi nyonya jika memberikan ikan sebanyak ini tanpa dibayar." tanya Syera dan mengingatkan sang pedagang ikan.
"Tetap saja jangan nona,saya memang biasa memberikan ikan ini pada nyonya Gretta." jawab wanita itu yang tetap menolak pemberian uang dari Syera.
Namun,Syera tetap saja memaksa memberikan uang tersebut pada sang pedangan itu.
Dan ternyata tanpa diduga,Gretta sudah memandang Syera dengan tatapan yang sangat tajam.
"Syera.!!" sentak Gretta memanggilnya dengan nada lantang.
Seketika membuat Syera langsung menoleh kaget,begitu juga pedagang ikan tersebut.
Gretta pun menghampiri Syera dengan masih menatap tajam ke arahnya.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Gretta dengan nada tinggi.
"A..Aku hanya ingin membayar ikan ini ma." jawab Syera dengan reaksi yang gugup.
"Kau bilang apa??" tanya Gretta lagi.
"Aku sudah menolaknya nyonya Gretta,tapi dia memaksa ingin membayarnya." sahut pedagang ikan tersebut yang berniat membela diri.
Gretta pun sesaat menoleh kearah pedagang ikan itu dan kembali menatap tajam ke arah Syera.
"Kenapa kau membayar ikan ini??Apakah aku menyuruh mu untuk membayarnya??"tanya Gretta mulai kesal.
"Tidak ma,tapi aku hanya kasihan dengan nyonya ini jika kita tidak membayarnya." jawab Syera menjelaskan.
"Oh,jadi kau ingin coba cari muka dengan membayar semua belanjaan ini?Padahal kau tidak tahu jika mereka memang sudah biasa memberikan dagangannya pada ku.!" hardik Gretta dengan kata tajamnya.
"Tapi ma,mereka akan rugi jika kita tidak membayar dagangan mereka.Dan aku hanya tidak mau jika mama jadi bahan gosipan.Aku hanya ingin menjaga nama baik mama." jelas Syera dengan mengutarakan niat baiknya.
Namun..
Plak..
Sebuah tamparan justru mendarat keras,tepat ke arah pipi Syera.
Yang seketika membuat Syera syok dan kaget sembari memegangi pipinya.
"Ma..Kenapa menamparku?" tanya Syera dengan nada yang syok.
"Jangan panggil aku mama.!Aku bukan mama mu!Wanita tidak tahu diri.!Kenapa anak ku bisa menikahi wanita bodoh seperti mu.!!" sentak Gretta yang langsung mendorong Syera hingga jatuh tersungkur
Bug..
"A..Apa salah ku ma?" tanya Syera menatap takut ke arah ibu mertuanya.
"Kau masih saja bertanya apa salah mu??Apa kau pikir aku tidak mampu membayar semua belanjaan ini?Apa kau tidak tahu bahwa ini adalah penghinaan besar untuk ku.!" bentak Gretta dengan meluapkan seluruh emosinya pada Syera.
"A..Aku tidak bermaksud begitu ma." ucap Syera kembali mencoba menjelaskan pada ibu mertuanya.
"Diam kau menantu bodoh.!!Selera anak ku benar-benar buruk,karena sudah memilih wanita sepertimu.! Kau cuma bawa kesialan dan masalah untuk keluarga ku,aku berharap suatu saat bisa membunuh mu.!!" bentak Gretta lagi yang langsung memberi peringatan keras pada Syera.
Syera yang mendengar pun,seketika kembali syok.Tak mengira jika ibu mertuanya akan melampiaskan emosinya dengan berkata kasar dan ingin membunuhnya.
"Pergi kau wanita sialan.!" sentak Gretta yang justru pergi meninggalkan Syera begitu saja.
Syera yang masih dalam keadaan syok hanya bisa terdiam.Seraya bangkit dan mematung,karena melihat ibu mertuanya yang pergi begitu saja.
"Ma..!" panggil Syera pada ibu mertuanya yang sudah pergi jauh.
Syera pun akhirnya menjadi tontonan oleh orang-orang yang berada disekitarnya.Syera merasa telah dipermainkan oleh sang ibu mertua.Ia juga tidak mengerti kenapa ibu mertuanya sampai harus meluapkan emosinya seperti itu,tanpa memandang dirinya sebagai menantunya.
Dan orang-orang disekitar pasar itu hanya bisa memandangi Syera sambil menggelengkan kepala.Seolah mereka pun tidak ingin mencampuri urusan antara Syera dan Gretta.Sebab mereka pun tahu siapa Gretta sebenarnya di pasar itu.
Akhirnya Syera memilih meninggalkan pasar dan berniat pulang ke kediaman Gretta ibu mertuanya.
Diperjalanan,Syera merasakan perasaannya seakan tidak tenang.Karena ia yakin jika masalah yang membuat ibu mertuanya marah,pastinya akan berlanjut lagi jika ia sudah tiba di rumah.