seleksi pertama

1337 Words
Kim Yuna dan para wanita bangsawan lainnya diarahkan menuju sebuah aula terbuka yang berada di dekat istana timur. Mereka sampai di aula itu, keindahan di aula itu membuat para wanita bangsawan itu merasa kagum termasuk Yuna, di sekeliling aula itu terdapat bunga yang berwarna warni serta kupu-kupu yang silih berganti menghinggapi bunga-bunga itu. Di aula itu telah tersedia peralatan yang akan digunakan untuk menyulam. Ya, seleksi pertama mereka akan dimulai dengan menyulam. Sepertinya aku tidak perlu repot-repot untuk menghindari seleksi ini karena aku sudah pasti gagal saat baru akan memulainya dan menyulam bukanlah keahlianku. Ah … akhirnya aku bisa terlepas dari seleksi yang membosankan ini. Yuna merasa sangat senang ketika ia melihat ujian seleksi pertama itu adalah menyulam karena ia merasa ia pasti akan gagal dalam melakukan hal itu. di kehidupannya di masa depan ia sama sekali tidak pernah belajar menyulam bahkan memegang benangnya pun ia tidak pernah. Para Dayang senior mempersilahkan mereka semua untuk duduk di tempat yang telah ditetapkan untuk mereka masing-masing. Setelah mereka duduk, tidak lama kemudian datang seorang wanita dengan Hanbok berlambangkan naga emas di bajunya serta dengan hiasan kepala yang berupa Binyeo dan dwikkoji emas yang melekat di rambutnya. "Jungjoen Mama datang memasuki aula seleksi," seru salah satu dari Dayang itu. Semua wanita bangsawan itu berdiri kecuali Yuna. Yuna tidak terlalu memahami tentang etika kerajaan karena ia tidak pernah belajar tentang itu semua. Yuna merasa bingung melihat semua orang berdiri, ia celingak-celinguk memperhatikan mereka semua. Dayang senior yang melihat tingkah Yuna langsung memberi isyarat agar Yuna ikut berdiri. Yuna langsung berdiri ketika mendapatkan isyarat itu. Ratu sampai di hadapan mereka semua. Semua orang pun membungkuk memberi salam kepada Ratu, begitupun dengan Yuna, ia membungkuk setelah melihat semua orang membungkuk. Hah … ini benar-benar membosankan, bagaimana aku akan memperbaiki kesalahanku di kehidupan ini sedangkan etika di kerajaan pun aku sama sekali tidak tahu, bahkan aku tidak tahu kesalahan apa yang harus aku perbaiki, ini benar-benar membuatku gila, batin Yuna. Ratu menatap mereka semua dengan senyum yang sumringah dan mulai memberikan beberapa kata sambutan untuk mereka. "Aku sangat senang melihat kalian semua sangat antusias dalam mengikuti seleksi ini dan aku sangat senang putra mahkota akan mendapatkan istri yang sangat cantik dan anggun yang tentunya akan di pilih dari salah satu di antara kalian," ujar Ratu yang menunjukkan betapa ia sangat menyayangi putra mahkota. Sementara dari kejauhan sepasang mata menatapnya dengan penuh rasa jijik. Putra mahkota sangat menyadari maksud Ratu di balik mulut manisnya itu. Setelah melihat itu putra mahkota langsung kembali ke kediamannya. "Apa yang akan Joenha lakukan, apakah Joenha akan membiarkan Ratu menempatkan orang kepercayaannya di sisi Joenha?" tanya Hong Jung Hyun kepada putra mahkota yang sedang berdiri menatap keluar dari jendela. "Untuk yang satu ini aku tidak bisa menolaknya begitu saja karena ini merupakan aturan kerajaan, bahwa seorang putra mahkota harus memiliki istri setelah usianya dirasa cukup dan yang mengatur hal yang bersangkutan dengan calon istri putra mahkota adalah Ratu, jika aku menentangnya saat ini berarti aku menentang aturan kerajaan," ujar putra mahkota sambil membalikkan badannya menghadap Hong Jung Hyun. Mendengar itu Hong Jung Hyun hanya diam dan tidak berkutik apa-apa lagi. Ia mengerti bahwa putra mahkota memang tidak bisa menentang aturan itu, namun putra mahkota pasti memiliki rencana lain agar tidak terjebak oleh Ratu. Selain memberikan kata sambutan Ratu juga menjelaskan makna dari menyulam bagi seorang wanita. Setelah Ratu selesai berbicara, Ratu mempersilahkan mereka semua untuk memulai menyulam. Para wanita bangsawan itu mulai mengambil benang dan jarum lalu mulai menyulam kain tipis yang ada di hadapannya. Sedangkan Yuna hanya menatap kain tipis itu tanpa bergerak sedikitpun. Dayang senior yang berada di dekatnya kembali menegurnya, "kenapa kau diam saja Nona, ayo mulai menyulam sekarang!" Mendengar itu Yuna mulai mengambil benang, ia tak mungkin mengatakan kalau ia tidak bisa menyulam di depan semua orang karena itu akan mempermalukan dirinya sendiri. Baiklah aku akan memulai menyulam walaupun aku tahu hasilnya tidak akan bagus, namun mengatakan secara langsung bahwa aku tidak bisa, itu adalah hal yang memalukan, Batin Yuna. Ia tidak mau mengatakan secara langsung bahwa ia tidak bisa melakukannya karena itu akan membuat orang-orang akan berpandangan aneh kepadanya, jadi lebih baik mengerjakan walaupun hasilnya jelek daripada tidak mencobanya sama sekali. Yuna mulai menyulam kain tipis itu. Namun, anehnya tangannya bergerak dengan sangat cepat dan terlihat seperti sangat ahli dalam melakukan itu. Yuna mencoba menghentikan tangan itu agar tidak menyelesaikan sulaman itu, tapi ia sama sekali tidak bisa mengendalikan tangannya sendiri. Apa ini, kenapa aku bisa menyulam? Kenapa aku tidak bisa mengendalikan tanganku sendiri? Tolong berhenti aku tidak ingin melanjutkannya, jerit Yuna dalam hati. Yuna mencoba mengendalikan tangannya sekuat tenaga sehingga membuatnya mengeluarkan begitu banyak keringat. Namun, itu semua sia-sia tangannya malah bergerak semakin cepat dan menyelesaikan sulaman yang sangat indah. Habislah aku, gagal sudah harapanku untuk gagal diseleksi ini, tapi kenapa ini semua terjadi? Apakah aku benar-benar ditakdirkan untuk menjadi istri putra mahkota? Ah… sial aku tidak bisa menghindari ini semua, Yuna berbicara di dalam hati sambil mengerutkan dahinya dan berekspresi sedih. Sementara di belakang Eun Hye merasa sangat senang melihat Nonanya menyelesaikan sulaman yang sangat indah. Dia sudah yakin bahwa Nonanya akan menyelesaikan sulaman yang sangat indah karena sepengetahuannya selama ini Nonanya sangat ahli dalam menyulam. Sial…! Apakah wanita ini menipuku, dia mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadi putri mahkota, tapi kenapa ia membuat sulaman yang sangat indah untuk lolos dari seleksi ini. Choi Yujin menatap Yuna dengan penuh rasa jengkel. Ia menyangka bahwa Yuna sengaja melakukan itu untuk lolos dari seleksi ini. Setelah semuanya selesai menyulam ratu meminta kepada semua wanita bangsawan itu untuk memajang sulaman di tempat yang telah disediakan. Mereka semua pun berdiri kemudian memanjang hasil sulam mereka di dibingkai pajang yang telah ditulis dengan nama mereka masing-masing. Choi Yujin masih merasa jengkel dengan Yuna, ia berencana untuk mempermalukan Yuna saat ini. Yuna selesai memajang hasil sulamannya kemudian ia berbalik dengan wajah murung, ia benar-benar telah kehilangan harapan untuk gagal di seleksi pertama ini. Saat Yuna hendak kembali menuju tempat duduknya, Choi Yujin menjulur kakinya ke hadapan Yuna sehingga membuat Yuna tersandung dan jatuh. Buck ... "Nona!" Eun Hye berlari mengejar Yuna yang terjatuh. Eun Hye langsung membantu Yuna berdiri, setelah Yuna berdiri dengan sempurna Eun Hye langsung menatap tajam ke arah Choi Yujin begitupun dengan Yuna. Yuna tahu bahwa Choi Yujin sengaja melakukan itu, tapi lihat lah sekarang wanita itu tampak tidak merasa bersalah sedikitpun, ia bisa saja menjambak wanita itu saat ini. Namun, ia harus menjaga citranya agar tidak mempermalukan ayahnya yang merupakan menteri pertahanan. "Apakah kau baik-baik saja?" tanya Ratu menunjuk wajah ke khawatirannya. "Saya baik-baik saja Jungjoen Mama. Terima Kasih atas kekhawatiran Anda," sahut Yuna. "Maafkan saya Jungjoen Mama, maafkan saya Nona Yuna. Sebenarnya itu adalah kesalahan saya, saya tidak menyadari bahwa Nona Yuna akan berjalan di hadapan saya sehingga ketika saya melangkah membuat kaki Nona Yuna tersandung oleh kaki saya," Choi Yujin mencoba mengambil muka di depan Ratu. Dasar wanita licik! Lihat saja aku akan membalas perbuatanmu nanti. Kim Yuna tidak akan membiarkan orang lain menindasnya, celetuk Yuna dalam hati kemudian salah satu sudut bibirnya terangkat dan menatap sinis ke arah Yujin. "Lain kali kau harus berhati-hati! Sekarang kembali lah ke tempat kalian masing-masing!" seru Ratu. Yuna masih menatap wanita itu dengan penuh rasa jengkel. Setelah mereka kembali ke tempat mereka masing-masing. Ratu mulai mengelilingi hasil sulaman itu, kemudian memperhatikannya satu-persatu dengan teliti. Diikuti oleh seorang Dayang yang membawa catatan untuk penilaian. Setelah Ratu meneliti satu-persatu Ratu langsung membisikkan hasil penilaiannya kepada Dayang yang membawa catatan itu. Ratu selesai memberikan penilaiannya kemudian kembali ke tempat posisinya sebelumnya. Ia bersiap untuk menentukan siapa yang lolos untuk mengikuti seleksi berikutnya. Ratu mengumumkan sepuluh orang yang lolos ke seleksi berikutnya dan dua di antara mereka adalah Kim Yuna dan Choi Yujin. Mendengar dirinya lolos ke seleksi berikutnya Yuna langsung menghela nafas panjang dan langsung kehilangan keceriaannya, berbeda dengan wanita bangsawan lainnya yang merasa sangat senang ketika mengetahui bahwa diri mereka lolos ke seleksi berikutnya. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi dari pertama sulaman itu selesai namun ia juga tidak bisa menghindari semua ini karena terjadi begitu saja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD