12. Permintaan Diska

802 Words
Semua orang sangat kagum dengan pemikiran Diska yang dewasa, dan ucapannya yang sangat bijak. Tapi semuanya yang Diska ucapkan benar, Diska bisa apa kalau ternyata Edo memang bukan berjodoh dengannya tapi dengan Lita. Kalau pun Diska berjodoh dengan Edo, suatu saat mereka akan kembali bersama. Diska wanita kuat dan tegar pastinya, dia berusaha menghadapi semuanya walau hatinya terasa sangat perih. Wanita mana yang tidak hancur ketika berada di posisi Diska, pasti sangat hancur bahkan sehancur-hancurnya. Diska berusaha menahan tangisnya, agar tidak tumpah di saat yang tidak tepat. "Kamu baik-baik saja kan?" tanya Edo khawatir. "Tentu, aku baik. Sangat baik malah," jawab Diska sambil menyungingkan senyuman palsunya. Jelas senyuman itu palsu, semua juga tau itu. Senyuman yang di paksakanz di saat hatinya tidak baik-baik saja. "Kamu beneran baik-baik saja?" "Ya." Ingin sekali Diska mengungkapkan semua perasaannya, mengungkapkan dia sangat amat hancur. Menangis sekencang-kencangnya, memberitahu hatinya hancur berkeping-keping. Berteriak mengatakan, dia tidak baik-baik saja. Tapi dia tidak mau melakukan itu, karena Diska tak mau terlihat lemah di depan orang. Akan membuatnya bukan di cintai atau di sayangi, tapi hanya di kasihani dan Diska tidak mau itu terjadi. "Kamu bisa menerima semuanya, bagaimana dengan keluargamu Diska?" tanya Eline penasaran. Selain memikirkan perasaan Diska, Eline juga memikirkan perasaan keluarga Diska. Bagaimana pun, mereka pasti sangat malu jika pernikahan Edo dan Diska di batalkan saat beberapa hari menjelang pernikahannya. "Mereka semua biar jadi urusan Diska Tante, Diska yang akan menyakinkan semuanya dan membuat mereka mengerti," ujar Diska tegas. Keluarga Diska juga akan sedih dan hancur, tapi mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa selain menerimanya. Mereka jauh lebih tidak terima, jika Diska tetap menikah dengan Edo dan menjadi yang kedua. "Om atas nama keluarga Om, sangat minta maaf untuk semua yang terjadi menimpa kamu karena pembatalan pernikahan kamu dan Edo. Om juga berharap kamu yang menjadi menantu kami, tapi Allah berkehendak lain dan menjadikan Lita sebagai menantu. Kami bisa apa, selain menerimanya. Kalau pun kami menentang semua sudah terjadi, tidak dapat di ulang kembali. Om berharap kamu mendapatkan jodoh yang terbaik, bahkan lebih baik dari Edo. Karena kamu wanita baik, pasti akan menjadikan pria baik," ujar Exel panjang lebar. Exel dari tadi juga menyaksikan semuanya, namun dia hanya diam karena Exel ingin Edo yang menjelaskan semua sendiri. "Iya, Om terima kasih do'anya." "Pesta pernikahan Edo dan Diska harusnya kan besok, kita kan sudah terlanjur menyiapkan semuanya. Keluarga kita kan juga sudah datang dari jauh, agar semua tidak mubazir. Arkaan punya ide, gimana kalau pesta pernikahan tetap berlangsung namun pesta pernikahan Edo dan Lita bukan Edo dan Diska," usul Arkaan. Mendengar usul Arkaan, hati Diska bertambah sakit. Bagaimana tidak, Diska tidak mungkin sanggup melihat pesta pernikahan yang sudah dia siapkan dengan sepenuh hati di pakai wanita lain. Bukan dirinya yang ada di pelaminan sebagai pengantin wanitanya Edo, tapi Lita yang akan duduk di pelaminan. "Tidak perlu, jika mau mengadakan pesta pernikahan Edo dan Lita. Kita bisa mengadakan kapan saja, tapi bukan hari itu," tolak Exel, dengan menerima usul Arkaan sama aja Exel akan sangat menyakiti hati Diska lagi. "Diska setuju kok, dari pada pesta yang sudah kita persiapkan di batalkan padahal kita sudah susah payah menyiapkan semuanya," ujar Diska. Diska harus menerima usul Arkaan, karena dia memikirkan keluarga dan para tamu yang di undang keluarga Edo pastinya mereka datang dari jauh. Kalau tiba-tina di batalkan, padahal mereka sudah siap datang. Dan para klient keluarga Edo pasti akan merasa kecewa dan di bohongi, itu akan berakibat buruk pada perusahaan Edo dan keluarga. "Kamu yakin Diska?" tanya Edo tak percaya. "Ya, Diska yakin kok," ujar Diska yakin. Diska memang harus melakukan itu, dia tidak boleh egois. Diska memikirkan semuanya, walau hatinya terasa perih. "Kamu memang wanita baik Diska, walau kamu tidak menjadi menantu kami. Kami sudah menganggap kamu keluarga kami sendiri, jadi jangan sungkan datang ke sini jika membutuhkan apapun. Bener kan Mom?" ujar Exel. "Ya Dad, Diska bahkan sudah seperti anak perempuan Mommy sendiri," jawab Eline. "Makasih ya, kalian juga sudah Diska anggap keluarga Diska sendiri." "Iya, sama-sama sayang." Eline langsung memeluk erat Diska, dan Diska membalas pelukan Eline. "Tante Eline kan sudah menganggap Diska seperti anak perempuan Tante, apa boleh Diska minta sesuatu sama Tante?" "Tentu boleh sayang, sebutkan apa yang kamu minta Tante pasti akan berusaha mewujudkannya." "Diska cuma mau Tante Eline menerima Mbak Lita sebagai menantu Tante, Mbak Lita kan sudah menikah dengan Mas Edo berarti Mbak Lita menantu Tante. Tante harus menerima kenyataan itu, karena Diska memang tidak di takdirkan menjadi menantu Tante," pinta Diska. Semua kaget mendengar permintaan Diska ke Eline, mereka sangat kagum dengan kebaikan Diska. Termasuk Lita, dia pun tak menyangka Diska meminta hal itu. "Kenapa kamu meminta hal itu?" tanya Eline bingung. "Karena Mbak Lita berhak mendapatkannya, Mbak Lita berhak Tante terima menjadi menantu Tante. Maaf, jika permintaan Diska terkesan memaksa Tante." "Oke, Tante akan menerima Lita sebagai menantu Tante." "Makasih Tante."    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD