01
"Yaampun cantik bener anak mama.. "
Suara wanita itu, dia adalah calon ibu mertua ku,
"Makasih ma,"
jawabku, masih memejamkan mata dan tidak memungkinkan menatap kearahnya karena perias masih sibuk merias wajahku. Namanya mbak Reni,
aku terbuai dengan lembutnya tangan perias pengantin itu sampai hampir tertidur, bukan hampir sih tapi sudah tertidur.
"silahkan dibuka matanya mbak,"
Suara mbaknya mengejutkan ku refleks
" Ohhh udah ya mbak, tanya ku.. "
"Udah mbak cantik, ngantuk ya mbak, atau nerves,? "
Tak menghiraukan pertanyaan nya aku yang langsung melihat penampilan diriku di depan cermin, sungguh benar memang apa yang dibilang mbak nya hari ini aku merasa akulah ratunya,,
" Cantik.. Satu kata itu lolos dari bibirku entah mengapa terasa ringan saat mengucapkannya.. "
"Terima kasih mbak..." Cicitku sambil memeluk mbak Reni.
" Sudah menjadi tugas saya mbak cantik. Mempelai laki-lakinya pasti pangling pas liat mbak nanti.. "
Mendengar mbak Reni menyebutkan mempelai laki-laki..
Rasanya aku kepingin masuk ke lubang semut, bukan aku yang seharusnya disini, begitu juga dengan dia..
*flashback on
"Permisi bapak raffa ada?..
tanyaku pada dua orang wanita yang sedang sibuk bebicara dengan tamu lain dan telepon..
Yang aku duga bahwa mereka berdua adalah resepsionis kantor ini.
" Dengan mbak siapa?."
"Husna.."
" Sebentar ya mbak,mari duduk dulu.. "
Katanya sambil mempersilahkan ku duduk di jejeran kursi tunggu
Aku hanya mangut-mangut sambil mengikuti instruksi nya..
"Hmmm lumayan.." Gumamku setelah menempatkan badanku di atas sofa,,,
Sambil menunggu resepsionisnya aku lihat-lihat dulu pikirku.
kesan pertama saat aku melihat kantor ini adalah "woww... "Satu kata itu patut untuk mengambarkan nya..
Saat diluar aku sempat ragu dengan keputusan ku untuk menemuinya,
Terbayang lagi tulisan yang tertera dikartu nama yang dia sodorkan di MuA waktu itu..
Mungkin kehidupan kami berbanding terbalik,aku hanya seorang penulis novel urakan dan selebihnya jualan barang online yang omsetnya juga sama urakan,
bahkan kalau akhir bulan aku selalu masak menu istimewa, nasi goreng dan mie instan..
Itu dia dua menu istimewa saat akhir bulan persi aku,
Bukan hanya itu bahkan sabun mandi aja kalau udah akhir bulan bisa jadi pelangi, karena yang wangi jeruk harus kolaborasi sama wangi lainnya,,
Hahah.. Jadi lebih kayak rujak atau rombongan mak mak rumpi gitu yak,,kebayang nggak rasanya,
Kalo kata mamang aku seperti anda menjadi airon man kikikik..
"Ssstttssss.. Jangan insecure dulu.. Mungkin itu cuma kartu nama bohongan, ayo kita buktikan apa betul dia pemilik gedung ini.
Kalau sampai yang aku temui didalam itu bukan dia,
awas aja aku jadiin toping seblak.. Gumamku sambil cekikikan"
" Permisi mbak.. "
Suara seseorang mengejutkan ku dari lamunanku..
"Ya mbak.." Jawabku
" Mbak suda ditunggu bapak raffa di ruangannya.. "
"Ohh gitu mbak, bisa minta tolong antarin?."
" Boleh mbak mari saya antar.. "
Lantai 27...
Tok.. Tok.. Tokk..
"Masuk.. "
Suara berat itu.. Aku tau siapa pemiliknya apa betul ini kantor miliknya?
Gumamku
" Makasih ya mbak... Dini.."
Cicitku sambil mendorong pintu
Aku sudah tidak memperhatikan lagi bagaimana ekspresi resepsionis muda itu
"Silakan duduk, "
"Terimakasih pak" Cicitku
"Hmm...
"Ha!? Cuma itu yang keluar dari mulutnya sok punya suara mahal tapi memang iya sih.. Kikikik..." Gumamnya sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa..
TBC