"Mau kemana Ta? Kok sudah rapi?" Pak Ahmad yang melihat anaknya menenteng tas memberanikan diri bertanya.
"Mau ke kantor sebentar Yah. Lihat kondisi disana gimana." Sahutnya sambil mencari kunci mobil di atas meja TV.
"Mobilnya Ayah masukin bengkel. Mesinnya agak nggak enak. Takutnya kalau di pakai ada masalah." Terang Ayahnya.
"Iya yah. Tari naik motor saja."jawabnya setelah menemukan kunci motor maticnya.
"Hati-hati di jalan. Bawa motor nya jangan kencang-kencang." pesan Pak Ahmad.
"Ya yah. Tari berangkat dulu ya. Bilangkan ke Ibu."pamitnya setelah mencium tangan sang Ayah.
****************
Motor melaju dengan kecepatan sedang, jalanan tak begitu ramai karena saat ini bukan jam sibuk. 30 menit kemudian matic merah itu memasuki halaman toko yang cukup besar.
Di parkirkannya motornya di tempat yang sedikit teduh. Helm merah yang melindungi kepalanya tak lupa juga di lepas. Pak Yadi yang bertugas sebagai Satpam menyambutnya di pintu masuk. Menyalaminya serta mengucapkan bela sungkawa, Mentari hanya menangapi dengab senyumnya yang teduh.
Para pegawai yang melihatnya segera menyambutnya, mereka bergiliran menyalaminya lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.
"Bu Tari alhamdulillah. Gimana kabarnya Bu?" tanya Pak Arman sambil menyalami bos baru nya itu.
"Alhamdulillah Pak."
"Mari Bu, saya antar ke ruangan Ibu." ajak Pak Arman dengan sopan.
Ruangan berukuran 3×3 meter itu tampak rapi, meskipun sudah hampir 3 bulan penghuninya tak ada. Alih-alih duduk di kursi besar, Mentari memilih duduj di sofa coklat yang biasanya di gunakan untuk menerima tamu. Mau tak mau Pak Arman akhirnya duduk di sofa depannya.
"Jadi gimana Pak Arman kondisi kantor kita sekarang?" tanya Mentari membuka pembicaraan.
"Kondisi keuangan kita sedang tidak baik Bu, ada beberapa customer yang mengalihkan pembeliannya dari kita. Kompetitor dari PT. Indo Kertas berani memberikan diskon lebih tinggi dan jangka waktu pembayaran 1 bulan." terang Pak Arman.
Mentari mengetuk-ngetuk meja di hadapan nya. Mencermati perkataan Pak Arman.
"Sedangkan kita sudah tidak ada dana untuk pemberian diskon Bu."
"Apa keuangan kita minus karena hal ini?" tanya Mentari kemudian.
"Alhamdulillah saat ini belum Bu. Tapi jika kita tidak segera mencari cara untuk menambah customer lama-lama keuangan kita juga pasti defisit Bu."
"Baiklah. Coba berikan saya laporan keuangan 3 bulan terakhir sertakan juga customer kita yang mana yang memutuskan kerjasama." putus Mentari kemudian.
"Baik Bu."Jawab Pak Arman tegas
"Tolong juga sampaikan ke semua pegawai besok untuk masuk jam 7, saya mau ada meeting sebentar. All karyawan ya Pak." perintah Mentari yang segera di jawab anggukan Pak Arman.