Erika

2356 Words

  Icha sudah memakai seragam kerjanya, tersenyum pahit melihat dirinya di cermin dengan pakaian ini. Rasanya begitu cepat, dengan usainya yang masih sangat mudah, dengan emosi yang masih labil harus bisa mandiri. Tapi Icha yakin, suatu saat dirinya akan sukses dengan jerih payahnya sendiri. Walau diiringi beberapa bantuan orang. Dia juga bersyukur pernah dirawat oleh Ayah dan Ibunya walau hanya sebentar.  "Enggak apa-apa. Lo bisa Cha!" Icha menyemangati dirinya sendiri, sepahit itu kah kenyataan Icha? Sampai Ia harus menyemangati dirinya sendiri. Waktu shiftnya sudah mulai, Icha berjalan kearah kasir. Dia ditugaskan untuk menjadi kasir seminggu full, dan menjadi juru masak untuk masakan yang dijual di FamilyMart. Walaupun, Icha sebenarnya sedikit tidak lihai memasak. Tapi mengingat bah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD