Bab 88

957 Words

Asoka membuka matanya begitu telinganya mendengar bunyi alarm yang sebelumnya dia pasang. Tangannya meraih mencari keberadaan ponsel yang tadi dia letakkan entah dimana. Dia mematikan alarm itu dan melihat jam, ternyata sudah sore. Entah sudah berapa jam dia terpejam. Baru kali ini dia merasakan tidur yang nyenyak. Mungkin karena dia merasa jika keputusannya ini sudah benar-benar final dan tidak bisa diubah lagi. "Hmmm aku belum memberi kabar ke Ibu." Gumam Asoka pelan sambil membenarkan rambutnya yang berantakan. Asoka mencari nomor telepon Ibunya. Dia mencoba menghubungi Ibunya itu. Dia berharap Ibunya sudah tidak lagi marah dengannya. Hingga akhirnya sambungan telepon itu terhubung dan di layar ponselnya sudah ada wajah Ibu dan Bapaknya terpampang di sana. "Assalamualaikum, Ibu Ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD