Aldo menempelkan ponselnya ke telinga. Menanti jawaban dari panggilan yang dia buat. Setelah lebih dari seminggu akhirnya dia kembali menelvon nomor ini Panggilan telvon yang dia buat berharap segera mendapatkan jawaban. Namun harapan tak selamanya menjadi kenyataan. Telvon itu tak kunjung mendapat mendapat jawaban namun malah suara dari operator yang terdengar. Aldo dengan wajah lesu mematikan ponselnya dan menyimpannya ke dalam saku jaketnya. "Mungkin sudah terlambat." Kata Aldo lemah. Dia Menyesali karena dia terlalu lama berpikir. Dia terlalu mengedepankan egonya hingga membuat dia tak kunjung menghubungi kekasihnya itu. Aldo bangkit dari duduknya, dia berjalan pelan ke arah kamarnya. Merebahkan tubuhnya dikamar dan memejamkan matanya mungkin pelarian yang tepat untuk Aldo saat in

