Aldo duduk di salah satu kursi kecil yang ada di ruang produksi batik. Setelah seharian membantu orang tua Asoka melayani pembeli, kini Aldo menguji kemampuannya untuk membuat batik. Ini adalah baru pertama kali dia memegang canting. Mengoleskan warna ke kain yang sudah ada desaign motif batik. Menggambar batik langsung pada kain bukan pada kertas lagi. Aldo menggerakkan tangannya secara perlahan. Dia tidak ingin membuat desaign motif batik yang dipegangnya ini jadi rusak karena dia tidak hati-hati saat menuangkan malem. Karena jika hal itu terjadi sudah dapat dipastikan dia membuat orang tua Asoka rugi. "Ngeten, Mbah?" tanya Aldo pelan. (Begini, Mbah?) "Rapi sekali, Nak." Puji Mbah Ram lembut. Dia memperhatikan hasil batik Aldo, terlihat rapi. Walaupun Aldo sangat lama dalam pengerja

