Berkali-kali aku mengecek kondisi ayah. Aku benar-benar tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terlalu memikirkannya. Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Aku membuka pintu kamar ayah dengan hati-hati karena takut membangunkannya. Wajahnya sangat pucat. Aku merasa sangat takut dan khawatir. Saat ku sentuh dahinya, ternyata ia demam. Aku mengambil termometer dari kotak P3K untuk mengecek suhu tubuhnya. Suhu tubuh ayah 40°, aku benar-benar dibuat panik olehnya. Entah apa yang harus aku lakukan saat ini, aku benar-benar panik. "Haruskah aku menghubungi dokter saat jam seperti ini? Oh ya Tuhan, bagaimana sekarang?" gumamku dalam hati. Aku ingat, aku harus mengompres dahi ayah untuk menurunkan demamnya. Segera aku keluar dari kamar ayah menuju dapur untuk mengambil air hangat. Set

