Gundah

1040 Words

Setelah beberapa hari tidak menginjakkan kaki di kampus, rasanya banyak hal yang berubah. Tapi ada satu hal yang sampai saat ini tidak berubah, yakni David. Pria itu masih setia menunggu Anna di depan gerbang kampus. Ia sama sekali tidak pernah berhenti melakukannya. "Hai?" sapa David, ia terus pada Anna. "Ya." "Bagaimana kabarmu?" tanyanya. "Aku baik." "Anna, apa aku bisa bicara padamu? Ada beberapa hal yang harus aku bicarakan. Apakah tak apa?" "Katakan saja. Tak perlu sungkan padaku." "Baiklah, bisa kau ikut denganku? Ku rasa ini bukan tempat yang tepat untuk bicara mengenai hal ini." Anna mengangguk mengiyakan. Ia mengikuti David dari belakang. Anna mulai gugup, tidak biasanya David terlihat sangat serius. Mungkin saja ini benar-benar hal yang sangat penting. Mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD