Happy Reading ...
"Oke Guys, balik lagi ke channel 'Ganteng-Ganteng Gamers' yang selalu menyajikan tontonan yang menghibur dan menjanjikan kalau waktu kalian nggak akan terbuang sia-sia, tentunya karena ada gue di sini.." wajah Agas pun muncul pada layar yang merekam aktifitas komputer. "Jujur, sekarang gue lagi bingung banget mau main game apa. Bukan apa-apa, tapi udah hampir semua game pernah gue mainin. Mungkin ada saran?"
Ratu centil
- mau kamu main apa pun yang aku liat tetep cuma kamunya kok?
Komentar pertama yang Agas baca.
Nurani
- Hago aja kak.. main congklak
Istri sah iqbal
- nggak ngapa-ngapain aja udah betah dong?
Nurani
- tapi mainnya harus sama aku
Aqueankcelalutersakitiykamoe
- gue sih lagi asik main cewek ahahaha
Seketika Agas pun tertawa setelah membaca salah satu komentar yang lewat itu, dan setelah tawanya reda, komentar tadi sudah tenggelam dengan komentar baru lainnya yang tak berhenti bermunculan.
"Sorry tadi nama akunnya apaan dah, ngakak oy!"
Ratu Centil
- gatau gatau aku cuma pokus sama kamu
Hayati Lelah
- Ratu Centil masi aja usaha?
Septiarani
- gue malah ngakak sama ngakaknya lo dong haha
Demian
- nyampah! asu
Hamba Allah
- uwahh ngomong kasar block aja Bang
"Nggak, nggak. Gue bukan apa-apa tanpa haters." Agas menyahuti.
Nurani
- demi apa jadi gue yang meleleh gini ?
Hayati Lelah
- mukanya aja yang manis jangan ditambah kata-katanya juga dongg kan gue jadi gak kuwattt
Merryana
- Gamers maen game❌
Gamers bacain komentar✔
Istri sahnya iqbal
- Merryana kalo gak suka ngapain kesini woyy
Merryana
- masalahnya gue suka?
Septiarani
- Merryana hampir aja gua tabok online
Agas hanya bisa geleng-geleng kepala. Sejak tadi ia menunggu saran dari para penonton, namun nereka malah asik membahas yang lain.
Melaney
- The Sims 3 aja bangg.. Anak gue udah gede nih.. besanan disana hayukk
Vianitv
- setuju! keknya lo belum pernah maen game itu dah Gas haha
Nurani
- brarti lo belum punya akunnya samsek dong Bang?
- rumah gue udah tingkat 3 nih, lo boleh numpang kok
- demi alek kagak ngape-ngape gue iklas
Hayati Lelah
- Nurani ntar dikasih tumpangan dipaksa nikah lagi?
Melaney
- Nurani heh maemunah jangan ngadi-ngadi lu ye!
Agas tak lagi menanggapi. Ia sudah disibukkan dengan layar komputernya, yang pastinya dapat dilihat juga oleh 152 orang jumlah penontonnya.
Nurani
- Melaney emak gue udah bikin bubur merah namain gue, jan maen ganti-ganti gitulah
Merryana
- wehh langsung bikin akun dong?
Sedang menulis..
- auto download sih parah
Melaney
- Nurani dih baperan
"Nama gue Steave ya," ujar Agas, yang sudah menyelasaikan dandanan karakter yang dimainkannya. "Jadi ini gue masih di titik terendah."
Istri sahnya Iqbal
- tone skinnya nggak yang paling gelap juga sih bang?
Sedang menulis..
- Nama sama wujud gada cocok-cocoknya ya hiks
Merryana
- Nurani vs Melaney lanjutkan! saya suka keributan ????
Lily is the little girl
- baru muncul, nyimak dulu
Hayati Lelah
- gatau harus nangis atau ketawa:(
"Gue sih realistis aja ya, ini ibaratnya baru lahir, manusia harus ngerasain yang namanya jadi _buluk_, ntar ada waktunya glowup," tutur Agas, "sekarang waktunya gue cari pacar."
Vianitv
- glowup dulu lah baru cari pacar. Realistis.
Merryana
- cari kerja dulu baru cari pacar. Realistis.
Hamba Allah
- #burikjugamanusia
Laylamajnun
- cuma bisa berdo'a semoga ibu negara nggak nonton
"Nonton real live malah." Agas memutar kamera, memperlihatkan seseorang yang dimaksud memang tengah berada di hadapannya, gadis itu melambaikan tangan dengan senyum super cerah. "Cewek gue mah santuy euyy.." serunya kemudian sembari mengembalikan posisi kamera.
Nurani
- saya mencium bau-bau keuwuan disini
Say no to hoax
- Dah lah ?
Septiarani
- 2in
Istri sahnya iqbal
- 3in
1 jam kemudian
"Udah ya, cukup dengan pertemuan kali ini. Gue udah dapet kerja jadi juru masak, udah punya rumah juga walaupun masih sepetak haha tapi jangan kuatir seminggu ke depan gue udah pasti glow up sih." Agas berkata sambil ke luar dari layar The Sims 3 yang sudah selesai dimainkannya. "Yang belum subscribe, jangan lupa subsricribe dulu. Yang udah subscribe dan selalu muncul di siaran live youtube gue maupun video terbaru gue, thank's a lot. So, sampai ketemu lusa nanti, gue bakal balik lagi dengan game yang tentunya bakal lebih seru," menekan tombol sudahi siaran live, menampilkan jumlah penonton sebanyak 729 orang, sudah termasuk akun yang hanya sekadar lewat, atau yang tak sengaja mengklik siaran.
"Eh," Agas melihat puluhan notifikasi panggilan tak terjawab yang berasal dari 1 kontak, siapa lagi kalau bukan Nathan? satu-satunya orang yang ketika sedang butuh, tidak pernah mentolelir kesibukan orang yang sedang ia butuhkan.
Walau tahu kalau temannya sedang butuh, tidak membuat Agas segera melakukan panggilan balik, sebab ada seseorang lain yang kini lebih membutuhkannya. Agas itu tipe cowok yang peka, meski hanya Viona saja yang merasakannya, seperti yang baru saja terjadi, di hadapan publik Agas membuat image sebagai tipe cowok yang cuek pada pasangannya.
"Kok manyun?" Tanpa aba-aba, satu tangan Agas mengapit kedua pipi Viona, membuat bibir gadis itu semakin maju.
Viona hanya memutar matanya malas, tanpa berniat untuk menimpali Agas, atau bahkan berusaha melepaskan diri dari cengkraman lelaki itu.
Tak merasa mendapat pengaruh apa-apa, akhirnya Agas pun menyudahi perlakuannya sendiri. "Mau beli eskrim?" tawarnya kemudian, "coklat? emm ciki? minuman dingin?"
Viona masih saja diam seribu bahasa, sampai akhirnya ponsel Agas kembali berdering, menampilkan sebuah kontak yang sama dengan yang berkali-kali menelponnya, tadi.
Agas meraih ponselnya, namun jarinya yang hendak menekan tombol hijau itu kembali mengambang, sebab ia menangkap tatap sang pacar yang jelas menunjukan keberatan.
"Maaf, nomor yang Anda tuju sedang uwu dengan pacarnya, mohon mencari pacar agar tidak mengganggu orang lain pacaran," terang Agas, sebelum akhirnya panggilan yang baru saja ia jawab kembali dimatikan.
"Skincare? make up?" Agas lanjut menawar.
"Kamu beliin aja cewek pirang tadi," balas Viona singkat, lalu berlanjut fokus pada layar ponsel yang sejak tadi tak lepas dari tangannya.
*** Di lain sisi ***
Nathan melempar ponselnya ke ranjang. Temannya yang satu itu memang tidak bisa diandalkan padahal Agas sudah berjanji untuk mengajarinya bermain, tapi tetap saja ia tak pernah ada ketika sedang dibutuhkan, bahkan keadaan yang terjadi pada Nathan ini jelas-jelas karena ulahnya.
Berawal dari yang menggantikan, tiba-tiba menjadi tak bisa terhentikan. Sungguh, Nathan memilih untuk dihadapkan dengan soal ujian selama satu bulan full daripada harus menerima kekalahan berkali-kali seperti ini. Meski hanya permainan, tapi Nathan tidak bisa menerimanya, tapi untuk meraih kemenangan pun mustahil, karakter yang ia pakai benar-benar tidak bisa diandalkan.
Double kill
Triple kill
Savage
Steffany K.O
Nathan mendesah, karakternya kembali terkapar pasrah. Nyawanya tak tersisa, pertanda kalau ia benar-benar keluar dari arena permainan. Biasanya begitu, 'kan? tapi ternyata tidak dengan yang satu ini, Steffany masih berada di arena, bahkan darahnya saja penuh, nyawanya pun kembali utuh.
"Bisa nggak sih, sekali aja lo nggak bikin gue kalah?"
Tbc~
Jangan lupa ...
Like
Comment
Tap tap love ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ