Diam Diam Suka

1319 Words

Bima, Mahesa, dan Baskara memasuki klub malam itu. Suara dentuman musik sangat keras, dan lampu kelap-kelip menyambut mereka. “Mereka biasanya ada di pojok,” kata Mahesa sambil menatap sekeliling. “Tuh, bener kan!” seru Mahesa, melihat Davin dan Naya sedang minum-minum di sana, tertawa seolah tak terjadi apa-apa. Bima langsung naik pitam. Dengan emosi membuncah, ia menghampiri meja itu. “Ikut kita!” perintah Bima, suaranya mengalahkan musik. “Eh, lo siapa?!” teriak Naya, terkejut. “Gue kakaknya Aluna! Jangan pikir lo cewek, gue nggak berani sama lo!” gertak Bima. Mereka pun digiring keluar dari klub, dibawa ke sebuah gedung tua yang gelap. Tangan dan kaki anak-anak itu diikat agar tidak ada yang kabur. Mereka duduk di lantai. “Kalian apain Aluna?!” tanya Bima, berusaha menahan diri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD