Malam harinya, Baskara datang. Ia membawa banyak makanan kesukaan Aluna, berusaha keras meredakan amarah istrinya. "Sayang, maaf aku telat," ucap Baskara, nadanya penuh sesal. Aluna tak menjawab. Ia memalingkan wajahnya, punggungnya menghadap Baskara. "Kamu masih marah?" tanya Baskara. Aluna tetap diam, keheningan menyelimuti ruangan. "Al," panggil Baskara, menggunakan panggilan kesayangan mereka. "Mau makan?" "Aku bawa makanan kesukaan kamu," bujuk Baskara dengan sabar. "Makan, ya," ucap Baskara sambil mengusap rambut Aluna lembut. "Siapa wanita kemarin?" tanya Aluna, suaranya pelan namun menusuk. "Dia mantan aku. Kita sudah lama putus, tapi dia memang sering gitu, datang nggak jelas," jawab Baskara, memberikan jawaban yang terencana. "Tapi dia bilang aku rebut kamu dari d

