Bab 17

1016 Words

Sudah tiga hari Arumi diam di kediaman kedua orangtuanya. Walau tahu Reza melakukan perjalanan bisnis selama satu minggu, tapi Arif tetap tak yakin. Ia merasa ada sesuatu yang terjadi di rumah tangga putrinya. "Arum, mau temani bapak jalan pagi?" tanya Arif lembut selesai mereka sarapan pagi bersama. "Boleh, Pak." "Wah wah wah, bapakmu ini loh, Rum. Tiap hari rinduuuu terus sama kamu. Ini sekarang baru luang nih, pengen kencan sama anaknya," celetuk Sara membuat semua orang yang ada di sana tersenyum lebar. "Iya dong, Bu. Arum kan putri bapak satu-satunya," sahut Arif. "Yo, putri ibu satu-satunya juga lah, Pak," timpal Sara kembali membuat suasana meja makan hidup dengan tawa. "Bapak, emangnya gak kerja?" tanya Arumi kemudian. "Kerja. Tapi bisa nanti siang saja berangkatnya. Yuk!" a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD