Salat subuh dilakukan secara berjamaah. Saat berdoa Reza tak bersuara, hanya air mata yang berbicara. Arumi di belakangnya merasa pilu walau tangis Reza tak terdengar tapi tubuhnya yang bergetar sangat menggambarkan kesedihan. Arumi berdoa sendiri. Ia meminta Allah memudahkan segala urusan suaminya. Entah apa yang tengah dihadapi pria yang menjadi imam hidupnya itu, tapi ia yakin sesuatu memang sedang terjadi. Setelah Reza terlihat cukup tenang, Arumi segera berhambur memeluknya. Ia mencoba memberikan kekuatan dalam dekapan. "Mas, ada apa? Ayo ceritakan, kita cari jalan keluarnya bersama." "Maafkan aku, Ami. Maafkan aku. Sepertinya aku akan berdosa sama kamu." "Mas, yang tenang. Mas ini bicara apa? Dosa apa?" "Ami, kamu janji tidak akan meninggalkan aku?" "Iya, aku berjanji." "Jika

