Bab 27 : Perasaan Scott

1510 Words

Yena berdiri di depan kafe kecil yang dikelilingi taman, tempat dulu ia dan Scott sering menghabiskan sore. Tempat ini adalah saksi bisu tiga tahun hubungan mereka—hubungan tanpa ciuman, tanpa sentuhan intim, tapi penuh rasa aman. Ponselnya bergetar di saku, menerima pesan singkat dari Scott. “Di meja pojok belakang. Aku tunggu. Lima menit saja.” Yena awalnya sempat menolak permintaan bertemu Scott. Ia hanya ingin berbicara lewat chat. Tapi Scott bersikeras. “Nomorku diblokir sama ‘wabah pengganggu’ kamu itu, Yen. Kalau di chat, aku nggak yakin kamu yang balas.” Pesan itu membuat Yena bergidik. Ia tahu Scott bicara tentang Hao. Hao memang pernah melakukan hal serupa beberapa bulan lalu—mengambil alih ponselnya, bahkan mengganti kata sandi media sosialnya. Dengan langkah ragu, Yena ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD