Bab 28 : Pacaran ala “Anak Kecil”

1634 Words

Yena duduk di sofa ruang tamu rumahnya yang sepi, menatap Hao yang berdiri di depannya. Sudah dua hari sejak Hao meneleponnya, mengatakan bahwa dia sudah menyelesaikan urusannya dengan Luna. Yena tahu Hao tidak bohong; ia melihat dari akun media sosial Luna yang tiba-tiba meledak dengan curhatan dramatis tentang pengkhianatan dan keegoisan pria. “Aku sudah putus dari Luna,” ujar Hao, suaranya terdengar lelah tapi lega. Rambutnya yang gondrong terlihat lebih rapi hari ini. Yena hanya mengangguk pelan. Ia tidak merasa menang atau puas. Yang ia rasakan hanya lapisan ketakutan baru yang membungkusnya. Sekarang, tidak ada lagi Luna yang bisa dijadikan alasan atau selimut. Hanya ada dia dan Hao, dan ancaman yang tersimpan di ponsel pria itu. “Aku nggak mau kamu nanggapin ini dengan emosi yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD