"Ka-kau ...?" "Selamat siang, Pak Kalingga, maaf jika mengganggu waktu anda," ucap Dastan setelah berhasil bertemu dengan Kalingga ayah kandung Anandini. "Tidak mengganggu, Tuan, saya sedang berbincang ringan dengan putri saya," jawab Kalingga dengan senyum tulusnya. Lelaki paruh baya itu menoleh ke arah Anandini yang ada di sebelah kanannya. "Perkenalkan dia Anandini Sanjana Nareswari, putri saya," ucap Kalingga memberi isyarat ke putrinya agar mau berjabat tangan dengan lelaki tampan di depannya. "Aku udah kenal, Pa," jawab Anandini seolah protes merasa tak setuju dengan keinginan papanya. Dastan menatap datar ke arah wanita yang memakai dres warna maroon sebatas lutut itu. "Kami sudah kenal, Pak. Dan jangan memanggil saya dengan sebutan Tuan. Panggil nama saja, karena saya leb

