Namun setelah beberapa detik berlalu, seulas senyum tipis terlihat di bibir wanita paruh baya itu. "Jadi kau yang menyelamatkan cucuku?" Anandini menggaruk kepalanya yang sebanarnya tidak gatal. "Emm, hanya memberikan ASI agar Kina bisa tumbuh sehat, Nyonya." "Jangan panggil Nyonya! Panggil saja Tante. Kita akan lebih merasa dekat dan nyaman," ucap Manisha. Anandini mengangguk, dia lebih mendekat lagi ke arah Kina yang tidur di pangkuan wanita berwajah ayu itu. "Aku adalah ibu kandung Dastan, aku sangat senang saat putraku membicarakanmu beberapa waktu lalu." "Aku ingin menemui langsung setelah mendegar semuanya. Hanya saja, aku baru sempat sekarang. Aku juga sudah kecewa karena saat aku datang, kamu tidak ada di sini. Tapi, akhirnya kau datang lagi." Anandini tersenyum lebar, kare

