"Pa, bisa cerita sekarang?" tanya Anandini yang baru saja masuk ke rumah, kemudian duduk di sofa single depan Kalingga. Lelaki paruh baya itu menaikkan pandangan menatap putrinya dengan kening mengkerut. "Baru juga datang, An." "Papa enggak usah banyak drama deh!" "Siapa yang bikin drama?" tanya Dara yang datang dari arah dapur membawa satu cangkir kopi untuk suaminya. "Pa ...." "Ada yang mama enggak tahu nih," ucap Dara menatap bergantian ke arah suami juga putrinya. Anandini menatap mamanya lalu mengangguk. "Aku pun sedang menunggu papa bicara, Ma!" Kalingga menghela nafas panjang, dia menyruput kopi itu, sebelum dia bicara mengenai kedatangan Dastan ke perusahaannya. "Dastan ingin kau tinggal di rumahnya untuk mengurus putrinya yang masih bayi. Dia yakin kau adalah wanita yan

