"Ya, halo?" Pada akhirnya Anandini mengangkat panggilan dari Dastan. Entah apa yang terjadi sehingga masih pagi, lelaki itu menelpon. "Cepat datang ke rumahku sekarang!" "Ya, jelaskan dulu ada apa? Kenapa kau panik dan marah?" Lalu pendengaran Anandini mendengar jika Kina menangis. Hal itu membuat dirinya paham akan perintah Dastan. "Kina kenapa menangis?" "Kau ini malah banyak bertanya? Cepat ke sini nanti kau akan tahu! Aku dan semua orang sudah menenangkan tapi dia tetap saja tidak mau diam." "Tapi—" "Apa aku yang perlu ke rumahmu?" "Ti-tidak! Aku yang akan datang sendiri. Tunggu sebentar!" Anandini menyambar tas juga kunci mobil yang sudaj dia siapkan. Dia langsung memanggil mama dan papanya. "Ma, Pa, ...." "Ini bukan hutan, Nak?" Ada apa?" tanya Dara berjalan ke arah Ana

