Tak Ada Doa Yang Sia-Sia

1617 Words

"Wow!" seru Ardan. Matanya berbinar menatap papan putih yang ada di ruangan kerja Adit. Awalnya, Ardan mengira kalau itu hanya dinding karena memang warnanya sama persis bahkan tipis sekali. Saat mendekat, ternyata ada celah. Tidak hanya itu. Di papan itu tertempel rencana hidup dan perjalanan hidup yang telah Adit lewati. Dimulai dari semasa melanjutkan kuliah di Australia hingga bisa membangun sendiri. "Target perusahaan cuma se-Asia nih? Gak sekalian sedunia?" Adit yang mendengar itu dari lantai bawah hanya terkekeh. Ia sedang memasak mie dan telur. Hanya ini yang bisa ia buat di rumah ini. Berhubung ia juga jarang pulang ke rumah. Ia kan lebih sering menginap di rukonya. "Gue kalo jadi lo, pasang target tinggi-tinggi lah." Ardan masih mengamati papan itu. Namun itu tidak seru. Buka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD