Hening. Mungkin karena hobi mereka sekarang hanya berdiam-diam. Masing-masing berusaha menyembunyikan perasaan yang membuncah. Saat langkah kaki semakin mendekati gerbang rumah Dina, Adit tahu kalau ia harus segera kembali ke rumah. Yeah, ia punya urusan sebetulnya. Tapi kembali ke rumah dulu adalah pilihan yang bijak kemudian baru pergi lagi ke rukonya. Tiba di depan teras rumah Dina, langkah kaki keduanya terhenti. Adit berdeham sebelum mulai berbicara. Tiba-tiba merasa grogi. "G-gue balik ya," pamitnya yang mendadak gagu dan Dina yang mendadak bisu cuma menganggukan kepala. Sedangkan tiga orang yang sedang menguping dari ruang tamu tersenyum-senyum melihat kelakuan keduanya yang terlihat malu-malu itu. Apa yang sudah terjadi? Entah lah. Tapi insting Ardan mengatakan kalau ada kemajua

