Usai mengukur baju, Adit memilih bermain dengan Sherin. Lelaki itu membatalkan semua jadwalnya hari ini demi mengukur baju dan menemani Dina bekerja di butik Tiara. Manis sekali bukan? Tapi hanya sekali ini. Untuk ke depan, ia belum tahu apakah akan melakukannya atau tidak. Kecuali kalau memang sangat urgensi. Kini Adit masih memprioritaskan pekerjaan. Namun nanti ia juga harus memprioritaskan keluarga. Karena uang bisa dicari, keluarga? Belum tentu mendapat yang pas. Sementara itu, gadis itu sudah pindah ke ruangan lain untuk sesi pemotretan. Hampir dua jam bermain, Sherin tampak sangat lelah hingga lama-lama mengantuk. Adit yang meninggalkannya sebentar untuk mengangkat telepon dari sekretarisnya, tak tahu kalau gadis kecil itu sudah pulas sambil memeluk legonya. Lima menit kemudian Ad

