Meski berakhir dengan damai, namun tetap saja suasananya masih terasa asing. Tadi Adit menelepon manajer Dina dan berbicara panjang lebar tentang rencana pernikahan mereka. Bukannya marah, Mba Eva bahkan mendukung. Padahal Dina pikir, Mba Eva akan mengomel bahkan kecewa seperti biasa tiap ia menolak pekerjaan. Karena itu sama dengan menolak rezeki. Tapi kali ini tidak. Perempuan itu bahkan tampak senang dan berjanji akan mengurus permasalahan itu dan mengatur ulang semuanya sehingga tak ada yang perlu dirugikan. Walaupun Dina lega karena masalah itu setidaknya menemui titik terang namun berkat adanya masalah itu kini keduanya saling diam. Tak ada lagi yang bicara usai Mba Eva menutup telepon dengan berkali-kali mengucap selamat atas rencana pernikahan mereka. Dina belum bercerita sama se

