Tanggal Pernikahan

1612 Words

"Woooi!" Ia mulai menganggu Ardan. Cowok itu sedang bercermin di depan kaca. Ia mengamati wajah gantengnya. Hari ini ada satu jerawat manis di sudut bibir yang membuat bibirnya agak bengkak. Entah kenapa, jerawatnya hobi sekali berada di spot-spot yang bisa membuat kualitas ketampanannya menurun. Dina hanya menggelengkan kepala dari pintu. Pintu kamar Ardan memang jarang terkunci. Kadang Dina hanya melihatnya mengenakan handuk. Tapi eh tapi, kalo itu siapa juga pasti sering. Beberapa sepupu yang lain juga sudah tak heran. Ardan sering terlihat dengan handuk atau kolor warna-warninya. "Minta alamat kantor Adit dong!" Ia memang datang untuk meminta itu. Ardan tersenyum nakal dan Dina sedang malas meladeninya. Ia memutar kedua bola matanya. Memang bukan hal aneh kalau Ardan pasti akan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD