Tentang Eza

1611 Words

Hampir empat jam Hasan mencari-cari alamatnya, ia lupa dengan jalannya karena memang tak pernah datang sendirian ke sini. Akhirnya, ia berhenti di depan sebuah rumah dengan klinik kecil. Ia keluar dari mobilnya dan memencet bel. Tak lama, ada seorang perempuan muncul dengan kernyitan di dahi. Mungkin bingung dengan teman yang baru datang. Hasan lebih bingung lagi. Ia mengerjab-erjab, takutnya salah rumah untuk ke sekian kali. Padahal ini masih dalam satu lingkup wilayah yang sama tapi ia merasa seperti datang dari jauh sekali karena saking susahnya mencari alamat rumah ini. Untuk seumurannya yang pelupa dan hanya mengandalkan alamat dari rumah sakit, ia datang ke sini. "Cari siapa?" "Ini benar rumahnya Eza?" Aaaaah. Perempuan itu tersenyum lantas mengangguk-angguk. "Temennya Eza?" H

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD