Bab 5 Diterima menjadi Asisten

1096 Words
Satu minggu kemudian Vanya yang saat itu sudah berada di rumah bibinya, terlihat sedang melamun saja, tatapan pandangannya kosong dan terus saja menangis tanpa tau sebabnya. "Sudah seminggu ini bibi perhatian, kamu melamun saja, Vanya," tegur bibi Mila menatap iba ke arah keponakannya. Vanya menghapus air matanya, terlihat jelas jika saat ini dia menyembunyikan kesedihannya. "Bibi Mila.." tegurnya dengan tersenyum tipis ke arahnya. "Apa yang sedang terjadi denganmu? apa kau saat ini ada masalah?" tanya bibi Mila seraya mengangkat dagu Vanya dengan satu jarinya. "Tidak bi, aku hanya sedang merindukan Ibu dan Ayah," jawabnya dengan nada berbohong. "Vanya, bibi tau perasaanmu, Ayah dan Ibumu memang sudah pergi meninggalkanmu, tapi kau perlu tau, jika mereka sangat menyayangimu," ucap bibi Mila dengan lemah lembut. Vanya lalu memeluk tubuh bibinya, merasakan kehadiran ibunya yang sudah lama meninggal, ingin menumpahkan segala rasa kesedihan yang dia rasakan. *** sementara itu, Arjuna yang sudah mencari-cari keberadaan Vanya, belum juga menampakkan titik terangnya. iapun akhirnya memutuskan untuk tidak mencari tau keberadaan Vanya terlebih dahulu, karena jadwal syuting yang padat saat itu. sementara itu, Erika yang saat itu sudah tidak merasakan kehadiran sahabatnya, terlihat sedang bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa Vanya tiba-tiba meninggalkan kota secara tiba-tiba. Tiga bulan kemudian sudah tiga bulan lamanya, Vanya yang tadinya membantu bibinya berjualan kue, kini bergegas mencari pekerjaan untuk membantu bibinya. Vanya yang melihat lowongan pekerjaan yang saat itu di publish di media sosial, langsung mengirimkan email lamarannya. beberapa hari kemudian, Vanya akhirnya mendapatkan sebuah email balasan, dia diminta untuk bertemu dengan Pak Tio di Kantornya. Vanya langsung bergegas bersiap-siap untuk menemui Pak Tio, untuk melakukan interview. "Bi, Vanya ada interview hari ini, do'akan Vanya, ya Bi," pamit Vanya dengan wajah sangat bahagia. "Iya sayang, kami hati-hati, ya," jawab bibi Mila dengan tersenyum ke arahnya. "Iya Bi." Kinza lalu bergegas pergi menuju tempat di mana saat ini dia akan melakukan interview. beberapa menit kemudian, ia pun telah sampai di sebuah kantor. Vanya lalu segera masuk ke dalam kantor tersebut dan mulai menunggu giliran untuk dipanggil interview. beberapa orang terlihat sudah mulai masuk ke dalam dan melakukan interview, ketika mereka keluar dari dalam ruangan tersebut, beberapa diantara mereka tampak kecewa ketika mereka tidak diterima bekerja menjadi seorang Asisten, salah seorang Aktor terkenal yang saat itu tidak disebutkan namanya. bebera menit kemudian, Nama Vanya Pricillia akhirnya di panggil masuk ke dalam. saat itu, Tio sang Asisten kepercayaan Tuannya, terkejut ketika menerima lamaran, dari nama orang yang dia kenalnya. saat itu dia memastikan nama Vanya adalah sama dengan Vanya yang dicari-carinya selama ini. Tio lantas membaca curriculum vitae milik Vanya, status terakhir dia bekerja adalah di Club malam Victoria, di mana saat itu, dirinya terjebak cinta satu malam dengan bosnya, Arjun. saat sekretaris Tio memanggil nama Vanya, segera Tio mempersiapkan segalanya, agar wanita tersebut tidak bisa lari dari bosnya. tok tok tok... "Masuk!" jawab Tio dari dalam ruangannya. segera Sekretarisnya mengantarkan Vanya untuk masuk ke dalam. "Maaf Pak, Nona Vanya mau interview," ucap Skretaris Tio itu dengan tersenyum. "Oh iya, silahkan masuk!" ucapnya mempersilahkan Vanya masuk ke dalam. Vanya lalu masuk ke dalam dan langsun duduk, setelah Tio memerintahkan untuk duduk. "Dengan Nona Vanya Pricillia?" tanya Tio dengan menatap wajah Vanya. "Iya Pak, saya sendiri." "Baiklah, Nona Vanya, apa alasan anda, melamar bekerja di sini?" tanya Tio saat melakukan wawancara dengan Vanya. "Yang pertama saya membutuhkan pekerjaan ini Pak, yang ke dua saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk menjadi seorang Asisten Aktor itu, mengatur jadwalnya dan juga mempersiapkan segala keperluannya saat Aktor tersebut bekerja, mengatur jadwal dan hal-hal yang biasanya dilakukan oleh seorang asistennya. yang ketiga, saya sebelumnya juga sedikit memiliki pengalaman menjadi asisten bos saya, sewaktu saya bekerja di kantor bidang kontraktor dulu Pak," jelas Vanya panjang lebar. "Oh ya?kenapa kamu pindah kerja dan memilih bekerja di Club malam tersebut?" tanya Tio. "Karena bos saya sebelumnya pernah melecehkan saya, jadi saya terpaksa harus keluar dari tempat kerja saya dan terpaksa saya harus bekerja di Club malam Victoria." "Apa selama kamu bekerja di Club malam Victoria, kamu tidak pernah sedikitpun mendapatkan pelecehan di sana? mengingat kamu adalah waiters yang melayani pelanggan yang tanda kutip mereka mabuk?" tanya Tio dengan tatapan penuh menelisik. gleg.. Vanya menelan ludahnya sendiri, lalu tak lama kemudian, dia teringat akan malam naas dimana dirinya tiba-tiba sudsh berada di kamar Hotel bersama dengan seorang lelaki yang tak di kenalnya saat itu. "Kenapa kamu terdiam?" tanya Tio membuyarkan lamunan Vanya. "Maaf, saya tidak mau mengingat kejadian itu kembali," jawab Vanya dengan tersenyum kecut ke arahnya. "Tidak apa-apa, untuk itulah kamu keluar dari tempat kerjamu yang lama bukan?" tanya Tio dengan tatapan penuh menelisik. Vanya lalu menodongak ke arah wajah Tio, dia pun mengangguk pelan saat itu. Tak ingin Vanya merasa tidak nyaman dengan pertanyaannya, Tio pun akhirnya menanyakan hal lai kepada Vanya, tampak saat itu Vanya bisa menjawab semua pertanyaan dari Tio. diakhir sesi interviewnya, Tio langsung tersenyum kepada Vanya, lalu mengatakan kepada dirinya. "Selamat, kamj diterima bekerja di sini," ucao Tio dengan mengulurkan tangannya ke arah Vanya. Vanya terkejut saat mendengar dirinya, diterima bekerja oleh Tio. "Benarkah Pak? saya diterima bekerja di sini?" tanya Vanya dengan menutup mulutnya yang menganga. "Iya, kamu saya terima bekerja di sini, dan untuk itu, kamu bisa menandatangani kontrak kerja terlebih dahulu," ucap Tio dengan menyodorkan surat kontrak kerja kepada Vanya. Vanya lalu menerima surat kontrak kerja tersebut dari Tio. "Bacalah terlebih dahulu, sebelum kamu menandatangani surat kontrak kerja ini," ucap Tio dengan tersenyum. Vanya lantas membaca sekilas dan langsung menandatangani kontrak kerja bermaterai tersebut. setelah Vanya menandatangani surat kontrak kerja itu, Vanya kemudian menyerahkan kembali surat kontrak kerjanya kepada Tio. "Selamat datang dan bekerja di tempat kami, sebagai bagian perkenalan awal dengan sang Aktor, saya harap Nona Vanya bertindak professional saat bekerja," tutur Tio kepada Vanya sebelum diperkenalkan kepada Aktor tersebut. "Baik Pak, saya akan bertindak professional saat bekerja." "Baiklah saya akan perkenalkan Nona Vanya dengan aktor kita, besok Nona Vanya bisa mulai bekerja." Vanya lalu mengangguk, tak lama kemudian, Tio langsung membawa Vanya ke ruangan Arjun yang saat itu tengah menunggu asisten barunya. beberapa menit kemudian, Vanya akhirnya sampai di ruangan sang Aktor. saat itu Tio sedang menunggu Arjun untuk masuk ke dalam ruangan tersebut, setelah dirinya menghubungi dirinya. sepuluh menit kemudian, terdengar suara langkah kaki seseorang telah melangkahkan kakinya menuju ruangan tersebut. Vanya yang saat itu berdiri, langsung menoleh ke belakang, ketika Arju membuka pintu ruangannya. Ceklek.. saat pintu terbuka dna Arjun mulai masuk ke dalam, lalu Tio memperkenalkan sang Aktor tersebut kepada Vanya, ia nampak terkejut seketika. "Perkenalkan, ini adalah Arjuna Arjanta, dia adalah sang Aktor terkenal itu, dan Nona Vanya mendapatkan kesempatan untuk menjadi asistennya." deg... Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD