Vanya tentunya tidak akan mengira, jika kali ini pertemuannya dengan Arjuna, benar-benar terjadi diluar dugaannya. berbulan-bulan dia menghilang untuk menghindari sosok Arjuna, kini dipertemukan kembali, setelah menandatangani kontrak kerja dengan Asisten kepercayaannya.
"Ya Tuhan, apakah yang aku lihat ini benar? kenapa aku bisa tidak mengetahui jika saat ini aktor yang akan menjadikanku seorang Asisten adalah Arjuna, pria yang sudah mengambil kesucianku saat di hotel dulu?" gumam Vanya dalam hati.
Tio lantas memperkenalkan Vanya dengan Arjuna yang saat ini berdiri tepat di belakangnya.
Vanya yang tadinya menoleh, ketika mendengar suara Arjuna, segera membelakanginya sesaat melihat Arjuna yang berada di sana.
Tio yang melihat Vanya tidak mau membalikkan badan, langsung menegur dirinya.
"Maaf Nona Vanya, apa kamu ada masalah dengan Tuan Arjuna" tanya Tio menatap wajah Vanya yang sudah mulai gugup.
"Ti-tidak, aku hanya.." ucapan Vanya terpotong.
"berbaliklah, Tuan Arjun ingin berkenalan denganmu." Potong Tio.
Vanya kemudian perlahan-lahan mulai membalikkan badannya, sesaat wajahnya mulai menatap wajah Arjuna, keduanya langsung terkejut.
Deg...
mereka berdua terlihat sangat gugup, terutama Vanya yang saat itu tengah merasakan jantungnya mulai berdegub dengan kencang.
"Bukankah gadis ini yang waktu itu pernah sekamar denganku? bukankan dia dan aku pernah terlibat cinta satu malam di hotel itu?" monolog Arjuna dalam hati.
"Kenapa dia menatapku seperti itu? apa dia saat itu mengenaliku? ataukah dia sudah mengingat-ingat semua yang terjadi diantara kami malam itu?" tanya Vanya dalam hati.
ketika keduanya bergelut dalam pikirannya masing-masing, Vanya kemudian berpura-pura tidak ada yang terjadi diantara mereka beberapa bulan yang lalu ketika mereka tak sengaja terjebak cinta satu malam di hotel.
"Selamat pagi Tuan Arjun, Perkenalkan nama saya Vanya pricilia, saat ini saya diterima oleh Pak Tio, sebagai asisten baru Tuan Arjun, untuk membantu Tuan Arjun mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan Tuan Arjun." Vanya berusaha untuk memperkenalkan dirinya kepada Arjun, dan berpura-pura seperti tidak pernah mengenal Arjun sebelumnya.
Arjun sedikit aneh menatap Vanya yang seolah-olah tak mengenali dirinya saat itu.
"Ehem..apa kamu tidak mengenaliku sebelumnya?" tanya Arjun dengan tatapan penuh menelisik.
Deg..
jantung Vanya langsung mencelos, ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Arjun saat ini, dirinya mencoba untuk tetap berpura-pura tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Arjun saat ini.
"Maksud Tuan? sepertinya saya tidak pernah bertemu dengan Tuan Arjuna sebelumnya, mungkin Tuan saat itu salah mengenal orang," tegas Vanya dengan raut wajah yang sudah menampakkan kegugupannya.
Arjun menatap wajahnya dengan tatapan sedikit aneh saat itu, ia berpikir jika ada yang aneh dengan apa yang tengah dikatakan oleh Vanya, dia tau jika saat ini Vanya hanya berpura-pura saja tidak mengenali dirinya.
"Apa kau yakin tidak mengenali diriku?" tanya Arjun kembali memastikan ucapannya.
"Tidak Tuan, Vanya yakin kita tidak pernah bertemu sebelumnya," jawabnya dengan nada penuh keyakinan.
Arjun tak lantas percaya dengan apa yang dia katakan saat ini, mungkin bukan saatnya untuk mencercanya dengan pertanyaan tentang peristiwa yang saat itu mereka lewati, ketika berada di dalam hotel bersana.
"Oh, mungkin kau benar, aku memang salah orang, baiklah Nona Vanya, kapan kamu bisa mulai bekerja menjadi Asistenku?" tanya Arjun dengan menatap wajah Vanya yang saat ini terlihat sedikit ragu.
"Apakah perjanjian surat kontrak kerja samanya bisa dibatalkan?" tanya Vanya dengan nada sedikit ragu.
Tio dan Arjun mulai melempar pandang saat itu.
"Maksud ucapanmu apa?" tanya Arjun dengan tatapan penuh menelisik.
"Ehmm saya, saya perlu waktu untuk..." ucapannya langsung terpotong.
"Tidak bisa untuk dibatalkan Nona Vanya, sebelumnya saya sudah meminta Nona untuk membacanya terlebih dahulu bukan?" sahut Tio dengan tatapan penuh intimidasi.
Vanya tampak bingung saat itu, ingin dia mengakhiri kontrak kerjanya saat ini juga, ketika mengetahui Aktor tersebut adalah Arjun.
"Apa kamu mau membayar denda berikut mempertanghung jawabkan semuanya dimata hukum?" ancam Tio dengan memberikan surat perjanjian kontrak kerjanya saat itu
Deg..deg..deg
jantung Vanya langsung mencelos, ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Tio.
"Tidak perlu Pak Tio, saya terima kontrak kerja samanya saja." jawabnya dengan wajah ketakutan.
Tio langsung tersenyum simpul, akhirnya dirinya telah berhasil untuk membuat Vanya terintimidasi olehnya.
"Baiklh, karena kamu setuju, kamu bisa mulai bekerja hari ini saja," jelas Tio dengan sikap cueknya.
"Apa harus sekarang? apa tidak bisa besok saja?" tawar Vanya dengan wajah yanv sudh mulai terlihat cemas.
"Mohon maaf Nona, ternyata hari ini Tuan Arjun ada show di beberapa tempat. saya ingin Nona Vanya bisa menemani Tuan Arjun saat ini."
Vanya terlihat tertegun ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Tio saat ini, dia tak akan pernah menyangka, jika dia akan bertemu dan terjalin kontrak kerja sama Tuan Arjuna saat ini
tak ada pilihan lain, selain menerima pekerjaannya hari ini.
"Baiklah Pak, saya bersedia untuk bekerja hari ini," jawab Vanya dengan tersenyum kecut ke arahnya
Tio langsung merasa senang saat itu, segera Vanya diminta untuk membawa buku catatan, untuk menulis jadwal Arjun ketika syuting atau Off air dan juga On air saat itu.
Vanya mengangguk dan kini mulai bekerja mengikuti Arjuna.
terlihat dirinya saat ini tengah gugup, ketika Arjun mulai mengajaknya di tempat ia menginap saat Ini.
"Tuan mau mengajak saya kemana?" tanya Vanya dengan rau wajah mulai panik.
Arjun tersenyum simpul, ketika melihat wajah Vanya yang sudah mulai cemas dan gugup saat itu
"kenapa kamu terlihat ketakutan?" tanya Arjun yang saat ini tengah melirik ke arahnya.
Vanya kemudian menghilangkan rasa kegugupannya saat itu.
"Tidak, saya tidak ketakutan kok Tuan, saat ini saya hanya penasaran saja, Tuan akan mengajak saya kemana?" tanya Vanya dengan tersenyum sedikit dipaksakan.
Arjun mulai mengulum senyumannya, tentu saja saat ini dia mengetahui, jika Vanya memang sedikit ketakutan dan merasakan cemas, ketika dirinya hendak membawa Vanya ke Hotel dimana saat ini dirinya menginap.
beberapa lama kemudin, akhirnya mereka berdua telah sampai di sebuah kamar hotel.
Deg..
Jantung Vanya langsung mencelos, ketika melihat dirinya yang saat ini sudah berada di depan pintu kamar Hotel, dimana Arjun menginap saat ini.
"Maaf Tuan, untuk apa kita ke sini?" tanya Vanya mulai terlihat panik.
"Memangnya kenapa?" tanya Arjun dengan mengulum senyumannya.
"Bulankah ada jadwal syuting di Tempat lain?" tanya Vanya sedikit mengingatkan.
"Iya, lantas kenapa?" tanya Arjun tersenyum senang sudah membuat Vanya mulai panik.
"sebaiknya kita ke sana sekarang, biar Tuan tidak terlambat nantinya," bujuk Vanya dengan wajah panik
"Kita masuk ke dalam dulu Vanya, untuk apa kamu terburu-buru mengingatkan saya pergi ke sana? lebih baik temani aku di sini sebentar."
Deg..
Bersambung