Jatuh Cinta

1210 Words
Sembuh dan Kembali Beraksi: Point Blank dan f*******: (Bayu Naxxx Cinoepat) Seminggu berlalu sejak Bay disunat. Luka sunatnya sudah mulai mengering dan ia sudah tidak merasakan sakit lagi. Bapak dan Ibu Bay akhirnya mengizinkan Bay untuk keluar rumah dan bermain dengan teman-temannya. "Bay, kamu udah boleh keluar rumah, tapi jangan terlalu capek ya," pesan Ibu Bay. "Iya, Ma. Makasih ya," jawab Bay dengan senang hati. Bay segera menemui Joko dan Adi. Mereka sudah lama tidak bertemu dan sangat merindukan Bay. "Bay, akhirnya lo udah sembuh! Kita main yuk!" ajak Joko dengan semangat. "Iya, Bay. Kita udah kangen banget sama lo," timpal Adi. "Ayo! Kita main Point Blank aja di warnet," usul Bay. Mereka pun bergegas menuju warnet terdekat. Bay sangat bersemangat untuk bermain Point Blank, karena ia sudah lama tidak bermain game favoritnya itu. Setelah sampai di warnet, Bay langsung menuju komputer favoritnya dan login ke akun Point Blank-nya. Ia terkejut melihat pangkat char PB-nya sudah Diamond 2. "Wah, pangkat gue udah Diamond 2! Keren!" seru Bay dengan bangga. Bay, Joko, dan Adi bermain Point Blank selama dua jam. Mereka saling bekerja sama untuk mengalahkan musuh dan meraih kemenangan. Setelah bermain Point Blank selama dua jam, Bay masih memiliki satu jam sisa dari paket 3 jam yang ia beli. Ia pun memutuskan untuk bermain f*******:. Bay membuka akun f*******:-nya yang bernama "Bayu Naxxx Cinoepat". Ia melihat-lihat status teman-temannya, membalas komentar, dan mengunggah foto-foto terbaru. Saat sedang asyik bermain f*******:, Bay mendapat pesan dari seorang teman perempuan yang bernama Annisa, teman sekelas Bay. "Hai, Bayu! Gimana kabarnya? Udah sembuh?" tulis Annisa dalam pesannya. Bay merasa senang mendapat pesan dari Annisa. Ia pun segera membalas pesan tersebut. "Hai, Annisa! Kabarku baik. Udah sembuh kok. Kamu lagi ngapain?" balas Bay. Annisa dan Bay pun saling berbalas pesan. Mereka bercerita tentang banyak hal, mulai dari pelajaran di sekolah, film favorit, hingga cita-cita mereka di masa depan. Bay merasa sangat senang bisa berkomunikasi dengan Annisa. Ia merasa ada sesuatu yang istimewa dalam percakapan mereka. Cinta di Warnet: Bayu dan Annisa (Bayu Naxxx Cinoepat) Sejak saat itu, Bay dan Annisa semakin sering berkomunikasi melalui f*******:. Hampir setiap hari mereka saling bertukar pesan, bercerita tentang aktivitas masing-masing, dan berbagi cerita-cerita lucu. Selain chatting di f*******:, Bay dan Annisa juga sering bertemu di warnet. Mereka biasanya bermain game online bersama, seperti Point Blank atau Audition. Saat bermain game bersama, Bay dan Annisa seringkali saling membantu dan mendukung satu sama lain. Mereka juga seringkali tertawa bersama karena tingkah lucu teman-teman mereka di warnet. Semakin sering mereka berkomunikasi dan bertemu, Bay dan Annisa semakin merasa nyaman satu sama lain. Mereka mulai merasakan adanya perasaan yang lebih dari sekadar teman. Suatu malam, saat Bay dan Annisa sedang chatting di f*******:, Bay memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada Annisa. "Annisa, sebenarnya aku udah lama suka sama kamu," tulis Bay dalam pesannya. Annisa terkejut membaca pesan dari Bay. Ia tidak menyangka bahwa Bay juga memiliki perasaan yang sama dengannya. "Bayu, aku juga suka sama kamu," balas Annisa. Bay merasa sangat senang membaca balasan dari Annisa. Ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. "Annisa, maukah kamu jadi pacarku?" tanya Bay. "Iya, Bayu. Aku mau," jawab Annisa. Sejak saat itu, Bay dan Annisa resmi menjadi sepasang kekasih. Mereka sangat bahagia dan saling menyayangi. Bay dan Annisa seringkali menghabiskan waktu bersama di warnet. Mereka bermain game bersama, chatting bersama, dan mendengarkan musik bersama. Mereka juga seringkali belajar bersama di warnet. Mereka saling membantu dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah dan mempersiapkan diri untuk ujian. Hubungan Bay dan Annisa semakin lama semakin erat. Mereka saling mendukung dan menginspirasi satu sama lain. Bay merasa sangat beruntung bisa memiliki Annisa sebagai pacarnya. Ia merasa bahwa Annisa adalah sosok yang sempurna untuknya. Kembali ke Sekolah: Gosip Pacaran dan Nokia Jadul (Bayu Naxxx Cinoepat) Libur semester telah usai. Bay dan Annisa kembali masuk sekolah untuk memulai semester 2 kelas 5 SD. Namun, ada yang berbeda kali ini. Gosip tentang hubungan pacaran mereka telah tersebar luas di kalangan teman-teman sekelas. Saat pertama kali bertemu di kelas, Bay dan Annisa merasa malu-malu satu sama lain. Mereka berusaha untuk tidak saling menatap dan menghindari percakapan. Namun, teman-teman sekelas mereka justru semakin menggoda dan meledek mereka. "Cieee, yang lagi pacaran," ledek teman-teman Bay dan Annisa. Bay dan Annisa hanya bisa tersenyum malu dan berusaha untuk tidak menghiraukan ledekan teman-temannya. Seiring berjalannya waktu, Bay dan Annisa mulai terbiasa dengan gosip pacaran mereka. Mereka tidak lagi merasa malu dan berusaha untuk bersikap biasa saja di depan teman-temannya. Kadang kala, Annisa membawa handphone ke sekolah. Meskipun tidak semua siswa memiliki handphone, beberapa siswa yang berasal dari keluarga berada sudah mulai membawa handphone ke sekolah. Bay sendiri juga seringkali membawa handphone Nokia jadul milik bapaknya ke sekolah tanpa sepengetahuan bapaknya. Handphone tersebut hanya bisa digunakan untuk menelepon dan mengirim SMS. Saat jam pelajaran sedang berlangsung, Bay dan Annisa seringkali saling mengirim SMS secara diam-diam. Mereka saling bertukar pesan-pesan singkat yang berisi ungkapan rindu dan sayang. Meskipun mereka berada dalam satu kelas, Bay dan Annisa merasa lebih nyaman untuk berkomunikasi melalui SMS karena mereka masih merasa malu untuk berbicara secara langsung. "Annisa, aku kangen kamu," tulis Bay dalam SMS-nya. "Aku juga kangen kamu, Bayu," balas Annisa. Mereka terus saling bertukar pesan hingga jam pelajaran selesai. Saat bel berbunyi, mereka segera menyimpan handphone mereka dan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Meskipun hubungan mereka diwarnai dengan rasa malu dan canggung, Bay dan Annisa tetap merasa bahagia bisa bersama. Mereka saling menyayangi dan mendukung satu sama lain. Petualangan Cinta di Kelas 5 SD: Nokia Jadul dan Pesan Rahasia Hari-hari di kelas 5 SD semakin berwarna bagi Bay dan Annisa. Meskipun gosip tentang hubungan mereka masih terus beredar, mereka berdua semakin pandai menyembunyikan perasaan malu dan canggung. Annisa, dengan sifatnya yang ceria dan supel, mulai berani menggoda Bay di depan teman-teman. Sementara Bay, meskipun masih sedikit malu, berusaha untuk membalas godaan Annisa dengan candaan-candaan ringan. Kehadiran handphone Nokia jadul milik bapak Bay menjadi penyelamat di saat-saat genting. Saat guru sedang menjelaskan pelajaran di depan kelas, Bay dan Annisa saling bertukar pesan rahasia di bawah meja. Pesan-pesan mereka berisi berbagai macam hal, mulai dari komentar tentang pelajaran yang membosankan, rencana untuk bermain bersama setelah pulang sekolah, hingga ungkapan-ungkapan cinta yang manis. "Bayu, pelajaran matematika bikin ngantuk banget," tulis Annisa dalam pesannya. "Iya, Annisa. Aku juga pengen cepet pulang dan main PS," balas Bay. "Nanti sore kita main ke rumahku yuk? Aku punya game baru," ajak Annisa. "Oke, Annisa. Aku pasti datang," balas Bay dengan semangat. Namun, petualangan cinta mereka tidak selalu berjalan mulus. Suatu hari, saat Bay sedang asyik mengirim SMS kepada Annisa, guru matematika memergokinya. "Bayu, sedang apa kamu di bawah meja?" tanya guru matematika dengan nada tegas. Bay terkejut dan langsung menyembunyikan handphone-nya. Ia merasa gugup dan takut dimarahi oleh guru matematika. "Tidak apa-apa, Bu," jawab Bay dengan suara pelan. "Sini, Ibu lihat apa yang kamu sembunyikan," pinta guru matematika. Dengan berat hati, Bay menyerahkan handphone Nokia jadul milik bapaknya kepada guru matematika. Guru matematika memeriksa handphone tersebut dan menemukan pesan-pesan cinta antara Bay dan Annisa. Guru matematika menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Bay dan Annisa. Ia kemudian memanggil Bay dan Annisa ke depan kelas. "Bayu dan Annisa, Ibu kecewa dengan kalian. Kalian tidak seharusnya menggunakan handphone saat jam pelajaran," kata guru matematika dengan nada serius. Bay dan Annisa hanya bisa menundukkan kepala dan menyesali perbuatan mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD