Bagaikan Raja

1136 Words
Libur Semester: Sunatan Joko, Giliran Bay, dan Rezeki dari Mbak Simi Libur semester tiba! Bay, Joko, dan Adi sangat senang karena bisa bersantai dan menikmati waktu luang setelah belajar keras selama satu semester. Joko sudah berencana untuk menghabiskan waktu liburan dengan bermain game sepuasnya. Adi ingin mengunjungi neneknya di desa. Sementara Bay, masih belum punya rencana yang pasti. Suatu hari, Joko bercerita kepada Bay dan Adi bahwa ia akan disunat pada libur semester ini. "Guys, gue mau sunat nih. Doain ya, biar lancar," kata Joko dengan nada sedikit gugup. "Wah, selamat ya, Jok! Semoga cepet sembuh," kata Bay sambil menepuk pundak Joko. "Iya, Jok. Jangan takut ya. Sunat itu nggak sakit kok," timpal Adi. Keesokan harinya, Bay mendapat kabar dari mamanya bahwa ia juga akan disunat pada libur semester ini. Bay sedikit terkejut, karena ia tidak pernah menyangka akan disunat secepat ini. "Bay, mama udah daftarin kamu buat sunat. Besok kamu sunat ya," kata Mama Bay dengan lembut. "Hah? Besok? Kok mendadak banget sih, Ma?" tanya Bay dengan nada kaget. "Iya, mumpung libur semester. Biar kamu bisa istirahat di rumah," jawab Mama Bay. Bay merasa sedikit takut dan gugup. Ia membayangkan bagaimana rasanya disunat. Namun, ia berusaha untuk tenang dan mengikuti saran mamanya. Keesokan harinya, Bay dan Joko sama-sama menjalani proses sunat. Joko disunat di rumah sakit, sedangkan Bay disunat di rumah oleh seorang mantri. Setelah selesai disunat, Bay merasa sedikit sakit dan tidak nyaman. Ia harus beristirahat di tempat tidur selama beberapa hari. Di hari kedua setelah sunat, di rumah Bay diadakan acara pengajian kecil untuk mendoakan kesembuhannya. Keluarga besar Bay datang untuk memberikan dukungan dan doa. Setelah acara pengajian selesai, Mbak Simi, anak dari kakak mama Bay, menghampiri Bay. Mbak Simi adalah keponakan mama Bay, yang berarti sepupu Bay. "Bay, ini buat kamu. Semoga cepet sembuh ya," kata Mbak Simi sambil memberikan amplop kepada Bay. Bay menerima amplop tersebut dengan senang hati. Ia mengucapkan terima kasih kepada Mbak Simi. "Makasih banyak, Mbak Simi," kata Bay dengan senyum lebar. Setelah Mbak Simi pergi, Bay membuka amplop tersebut. Ia terkejut melihat isinya. Di dalam amplop tersebut terdapat uang sebesar satu juta rupiah! "Wah, banyak banget uangnya!" kata Bay dalam hati. Bay merasa sangat senang dan bersyukur. Ia tidak menyangka akan mendapatkan rezeki sebesar ini dari Mbak Simi. Ia berencana untuk menggunakan uang tersebut untuk membeli mainan baru dan mentraktir Joko dan Adi. Sunat ala Raja: Perhatian Penuh dari Bapak dan Ibu Setelah sunat dan mendapat rezeki nomplok dari Mbak Simi, Bay benar-benar diperlakukan seperti raja di rumahnya. Bapak dan Ibu Bay memberikan perhatian penuh dan berusaha membuat Bay senyaman mungkin selama masa pemulihan. Setiap pagi, Ibu Bay selalu menyiapkan sarapan kesukaan Bay, seperti nasi goreng, bubur ayam, atau roti bakar cokelat. Ibu Bay juga selalu mengingatkan Bay untuk minum obat dan mengompres lukanya agar cepat sembuh. "Bay, jangan lupa minum obat ya. Biar lukanya nggak infeksi," kata Ibu Bay dengan lembut sambil memberikan obat kepada Bay. "Iya, Ma. Makasih ya," jawab Bay sambil tersenyum. Bapak Bay juga tidak kalah perhatiannya. Setiap sore, Bapak Bay selalu menemani Bay bermain game atau menonton film di televisi. Bapak Bay juga sering membacakan cerita-cerita lucu untuk menghibur Bay. "Bay, mau main game apa hari ini? Atau mau nonton film kartun?" tanya Bapak Bay dengan nada ceria. "Mau main game aja, Pa," jawab Bay dengan semangat. Selain itu, Bapak dan Ibu Bay juga melarang Bay untuk melakukan aktivitas yang berat atau keluar rumah. Mereka khawatir Bay akan kelelahan dan lukanya akan semakin parah. "Bay, kamu nggak boleh keluar rumah dulu ya. Istirahat aja di rumah," kata Ibu Bay. "Iya, Bay. Jangan lari-larian atau main bola dulu. Nanti lukanya sakit," timpal Bapak Bay. Bay merasa sangat senang dan bahagia karena mendapatkan perhatian yang begitu besar dari Bapak dan Ibunya. Ia merasa sangat disayangi dan dilindungi. Namun, di sisi lain, Bay juga merasa sedikit bosan karena harus terus berada di rumah dan tidak bisa bermain dengan teman-temannya. Ia merindukan Joko dan Adi. Suatu hari, Joko dan Adi datang menjenguk Bay di rumah. Bay sangat senang melihat kedua sahabatnya itu. "Bay, gimana keadaan lo? Udah baikan?" tanya Joko dengan nada khawatir. "Iya, Bay. Kita kangen banget sama lo," timpal Adi. "Gue udah lumayan baikan kok. Makasih ya udah dateng," jawab Bay dengan senyum lebar. Joko dan Adi membawa beberapa mainan dan buku cerita untuk menghibur Bay. Mereka bermain bersama dan bercerita tentang kejadian-kejadian lucu di sekolah. Bay merasa sangat senang bisa bertemu dengan Joko dan Adi. Ia merasa lebih bersemangat dan termotivasi untuk segera sembuh agar bisa kembali bermain bersama mereka. Rumah Jadi Rental PS: Berkah Sunatan Bay Melihat Bay yang bosan karena harus terus beristirahat di rumah, Bapak Bay punya ide cemerlang. Ia memutuskan untuk menyewa sebuah PlayStation (PS) untuk menghibur Bay dan teman-temannya. "Bay, gimana kalau Bapak sewa PS aja buat kamu? Biar kamu nggak bosen di rumah," kata Bapak Bay suatu sore. "Wah, ide bagus tuh, Pa! Aku mau banget!" jawab Bay dengan mata berbinar. Bapak Bay kemudian pergi ke tempat penyewaan PS dan menyewa sebuah PS beserta beberapa kaset game yang populer di kalangan anak-anak. "Ini Bay, PS-nya udah Bapak sewa. Kamu bisa main sepuasnya sama teman-teman kamu," kata Bapak Bay sambil menyerahkan PS kepada Bay. "Makasih banyak, Pa! Bapak emang yang terbaik!" seru Bay sambil memeluk Bapaknya. Karena zaman dulu belum ada HP, Bay tidak bisa langsung menghubungi Joko dan Adi. Ia pun memutuskan untuk menunggu di depan rumah, berharap kedua sahabatnya itu akan datang menjenguknya. Tidak lama kemudian, Joko dan Adi terlihat berjalan menuju rumah Bay. Bay sangat senang melihat kedua sahabatnya itu. "Wah, keren banget, Bay! Lo punya PS sekarang?" tanya Joko dengan nada kagum. "Iya, ini disewain sama Bapak gue. Kita bisa main sepuasnya!" jawab Bay dengan bangga. Mereka pun mulai bermain PS bersama. Mereka memainkan berbagai macam game, seperti Winning Eleven, Tekken, dan Crash Team Racing. Mereka tertawa, berteriak, dan saling bersaing untuk menjadi yang terbaik. Melihat Bay dan teman-temannya yang begitu asyik bermain PS, Bapak Bay punya ide lagi. Ia berpikir untuk menyewakan PS tersebut kepada anak-anak lain di sekitar rumahnya. "Gimana kalau PS ini kita sewain aja ke anak-anak lain? Lumayan kan, bisa buat nambah uang jajan," kata Bapak Bay kepada Bay. "Boleh juga tuh, Pa! Tapi, emang ada yang mau nyewa?" tanya Bay dengan ragu. "Pasti ada lah. Anak-anak di sini kan banyak yang suka main PS," jawab Bapak Bay dengan yakin. Bapak Bay kemudian membuat pengumuman kecil di depan rumahnya yang berisi tentang penyewaan PS. Ternyata, pengumuman tersebut mendapat respon yang positif dari anak-anak di sekitar rumah Bay. Setiap sore, rumah Bay selalu ramai dengan anak-anak yang ingin menyewa PS. Bapak Bay mengatur jadwal penyewaan dan mengenakan tarif yang terjangkau. Berkat ide Bapak Bay, rumah Bay kini menjadi tempat favorit bagi anak-anak di sekitar rumahnya. Bay dan teman-temannya juga senang karena bisa mendapatkan uang jajan tambahan dari hasil penyewaan PS tersebut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD