Zahra menangis histeris, saat kepalanya terasa sakit seakan ingin meledak saat itu juga, bayangan-bayangan aneh melintas di pikiran Zahra seperti sekelebat ingatan yang membuat dirinya sakit kepala setiap kali mencoba memperjelas segalanya. Zahra meremas kepalanya sambil berusaha menangkap setidaknya satu saja kenangan. Zahra menjerit frustasi dia tidak bisa memperjelas apapun dia hanya melihat singkat bayangan-bayangan itu ... Akbar berada di sana saat Zahra histeris dan merasakan sakit pada kepalanya, lelaki itu berusaha menenangkan Zahra dengan segala cara yang ia bisa, di tengah semua itu Akbar mendekap Zahra berpikir mungkin saja pelukannya bisa meringankan kepanikan dan rasa sakit Zahra. Dan ... Saat itulah Hanung masuk tentu dia melihat apa yang akbar lakukan, dengan langkah gon

