Hari ini hari Senin. Setelah hari Minggu kemarin berputar-putar di puncak menggunakan double cabin milik Deri dan pulang dengan badan yang lelah, kini mereka sudah berkutat kembali dengan pekerjaan masing-masing. Uni berdiri di depan Melan dengan berkacak pinggang. Hanya diam tak berkata satu katapun. Dia kembali ke mejanya. Melan tidak memburu keanehan sahabatnya itu, dia memilih melanjutkan pekerjaannya. Uni membuka ponsel dan menelpon Gilang. "Hallo?, suara di seberang sana menjawab. "Udah dapet pengacara belum?", tanya Uni. "Buat Sandra?" "Iyalah...biar prosesnya cepet." "Iya, nanti ada." "Yaudah kalau gitu." "..................", Gilang tak menjawab apa-apa lagi. "................., aku tutup.", Uni menutup panggilan. Uni menempelkan dahinya ke meja, meringis malu dengan si

